Cryptocurrency, Investasi, Saham

Cari Uang dari Saham atau Kripto, Cuan Mana?

Sumber: Freepik

Ajaib.co.id – Kamu pasti sudah pernah mendengar kabar terkait video yang viral tentang babi ngepet di Depok, kan? Awalnya, warga menduga tetangganya memelihara binatang pesugihan yakni babi ngepet. Hal ini dikarenakan tetangganya memiliki harta tetapi tidak pernah keluar rumah untuk pergi bekerja seperti kebanyakan orang pada umumnya. 

Walaupun informasi tersebut sudah dipastikan hoax, namun banyak pekerjaan yang tidak perlu bekerja di kantor tetapi bisa mendatangkan kekayaan, lho.Salah satunya menjadi trader.

Nah, sekarang ini banyak milenial yang mulai sekedar mencoba menjadi trader pemula. Berawal dari sekedar mengikuti tren yang mungkin dilihat dari influencer yang bertebaran di media sosial. Dan yang terbaru, banyak trader yang berkecimpung dalam pasar kripto.

Apakah kripto memang bisa dijadikan lahan untuk cari uang? Lalu, apakah menjadi trader kripto lebih mendatangkan cuan daripada trader saham?

Saham vs Kripto

Banyak yang mengira menjadi seorang trader itu bisa mendatangkan keuntungan yang langsung membuat kaya raya dalam seketika. Alhasil, banyak kaum milenial yang banting setir untuk menjadi seorang trader.

Namun, kenyataannya kehadiran para trader pemula ini menimbulkan banyak kegelisahan. Tanpa mengetahui bagaimana cara menjadi trader yang benar, mereka mencoba berspekulasi sendiri bahkan hanya mengikuti rekomendasi influencer tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.

Padahal pasar saham dan kripto terkenal dengan volatilitas yang tinggi, sehingga tidak ada yang dapat memberikan jaminan untuk mendapatkan cuan yang besar. Trading lebih fokus pada transaksi jual dan beli dalam waktu yang singkat.

Di lain pihak, trader akan menggunakan analisis teknikal untuk menentukan kapan beli dan jual. Selain harus memiliki kemampuan analisis, trader juga harus memiliki tingkat disiplin yang tinggi dan psikologis yang stabil. Menjadi seorang trader harus berani untuk melakukan cut loss, jadi bukan hanya demi cari cuan yang tinggi, ya.

Trader saham maupun trader kripto sebenarnya memiliki cara kerja yang sama. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah saham masih bisa melihat fundamental perusahaannya, sementara dalam aset kripto tidak memiliki fundamental berwujud. Aset kripto muncul karena adanya teknologi blockchain.

Nah, teknologi blockchain merupakan sistem perekam informasi yang memiliki sistem keamanan yang tinggi untuk menghindari peretasan atau kecurangan, dan tidak memerlukan badan atau otoritas yang mengawasi dan membuat peraturan. 

Aset kripto memiliki banyak jenis koin seperti bitcoin, ethereum, tether, hingga doge. Di Indonesia, aset kripto berada dibawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan yang diperdagangkan di bursa berjangka. 

Walaupun demikian, Bank Indonesia telah melarang menggunakan aset kripto sebagai mata uang atau alat pembayaran. Aset kripto hanya dapat dijadikan alat investasi yang diperjualbelikan. Mencari uang dengan menjadi trader tentunya memiliki risiko yang harus dihadapi, yaitu:

  1. Potensi rugi yang besar

Seorang trader pasti sering melakukan jual beli. Oleh karena itu, risiko untuk mendapatkan kerugian yang besar juga rentan terjadi. Nah, untuk mengatasi hal ini, para trader harus memiliki trading plan dan harus disiplin untuk mengikuti strategi trading tersebut.

Ketika harga sudah menyentuh poin untuk cut loss yang telah ditetapkan, maka trader akan menjual rugi demi mengamankan modal dari potensi kerugian yang lebih dalam lagi.

  • Volatilitas yang tinggi

Pergerakan yang naik turun dengan cepat, tentu memberikan tekanan tersendiri bagi para trader. Tidak ada yang bisa memprediksi apakah sebuah saham atau nilai mata uang kripto bisa menghasilkan keuntungan. 

Dalam saham biasanya dapat ditemui dalam saham gorengan. Salah dalam menentukan momentum untuk beli dan jual, menimbulkan potensi kerugian yang besar. 

  • Modal yang besar

Sebenarnya tidak ada ukuran standar modal yang digunakan untuk melakukan trading. Namun, modal yang besar biasanya dapat digunakan untuk melakukan pembelian dibawah (average down), sehingga meminimalisir kerugian dalam trading.

Modal yang sedikit tentu memberikan keuntungan yang kecil dan juga opsi yang terbatas pada saat salah menentukan momentum. Menggunakan modal yang besar juga berisiko kehilangan lebih banyak uang dan mengganggu kestabilan keuangan.

Cari Uang Baiknya di Instrumen Saham atau Kripto?

Aset kripto dapat diperdagangkan (trading) setiap hari tanpa adanya hari libur. Berbeda dengan bursa saham yang memiliki jadwal untuk melakukan perdagangan. Melihat kinerjanya, aset kripto telah mengalami kenaikan yang signifikan sejak awal tahun.

Namun, pada akhir Mei 2021, aset kripto mulai mengalami pelemahan. Hal ini diakibatkan oleh otoritas di China melarang institusi keuangan dan pembayaran menggunakan aset kripto. 

Selain itu, cuitan publik figur terkenal yaitu Elon Musk selaku pemilik Tesla yang menyatakan bahwa perusahaannya tidak lagi menerima bitcoin sebagai alat pembayaran juga menjadi katalis negatif kinerja aset kripto. Hal ini menjadi bukti bahwa cuitan figur terkenal dapat memengaruhi seluruh pasar aset kripto. 

Tentunya ini menjadi nilai minus bagi para trader pemula, sebab tidak ada yang mengetahui kapan dan siapa yang akan memberikan pernyataan terhadap aset kripto. Tidak adanya fundamental yang berwujud, membuat aset kripto lebih gampang ‘digoreng’ daripada saham.

Perlindungan para trader juga minim dalam aset kripto, karena tidak ada otoritas yang bisa mengintervensi secara langsung, hanya lewat kebijakan-kebijakan saja. Sedangkan pasar saham bisa mendapatkan intervensi langsung dari BEI seperti pemberian suspend.

Walaupun demikian, keuntungan yang didapatkan saat melakukan trading aset kripto jauh lebih menggiurkan daripada pasar saham. Saham pergerakannya selalu diawasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sehingga, apabila ada pergerakan tidak wajar, BEI akan memberikan stempel UMA (unusual market activity) terhadap saham tersebut. Adanya pengawasan justru memberikan perlindungan bagi para investor agar berhati-hati dalam melakukan transaksi dalam bursa.

Tidak adanya pengawasan tentu meningkatkan risiko pencurian dalam aset kripto. Besarnya risiko dalam trading aset kripto, tentu harus jadi pertimbangan untuk terjun ke dalamnya. Niatnya untuk cari uang, malah ketiban sial dan menjadi rugi. Tentunya kamu tidak mau mengalami nasib yang seperti itu, kan?

Nah, bagi kamu yang ini cari uang tambahan, sebenarnya tidak perlu melakukan trading, kamu cukup berinvestasi saja, lho. Mulailah berinvestasi lewat Aplikasi Investasi Ajaib, dana kamu akan dikelola oleh Manajer Investasi terbaik yang memberikan keuntungan yang optimal. Nah, tunggu apalagi? Segera miliki akun Ajaib ya. 

Sumber: Investasi cryptocurrency bisa untung berlipat, tapi risiko juga tinggi dan ‘Main’ Saham, Baiknya jadi Investor atau Trader Harian?, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait