Cara Membeli Saham Perdana Anda

Ajaib: Cara Membeli Saham Perdana Anda
Ajaib: Cara Membeli Saham Perdana Anda

Jadi Anda sudah siap untuk terjun dan mulai berinvestasi dalam saham. Bagaimana Anda menentukan saham mana yang tepat untuk berinvestasi? Untuk kebanyakan orang, membeli saham pertama adalah seperti pergi ke supermarket tanpa instruksi yang jelas barang apa yang harus Anda beli.

Mungkin sebelumnya Anda sudah memiliki reksadana yang merepresentasikan sekeranjang saham atau bahkan seluruh market. Namun sekarang, Anda ingin mencoba membeli saham individual.

Atau mungkin ini adalah ekspedisi pertama Anda dalam dunia investasi, dan Anda ingin memilih saham Anda sendiri daripada mengandalkan manajer investasi untuk membuat keputusan itu untuk Anda.

Pada artikel ini, saya akan membahas masalah tentang cara memilih saham pertama yang akan Anda beli, bersama dengan beberapa tips tentang apa yang harus dihindari. Seperti halnya apa pun mengenai investasi, khususnya pasar saham, ingatlah bahwa tidak ada hal yang pasti.

# Seperti Melempar Dart

Bertahun-tahun yang lalu, The Wall Street Journal mengadakan kontes. Seorang Manajer Investasi profesional akan memilih saham sementara orang lain akan melempar dart ke daftar saham di surat kabar hari itu. Setelah beberapa bulan, Journal melaporkan saham yang memiliki pengembalian yang lebih tinggi untuk periode tersebut adalah saham yang dipilih oleh dart.

Menanggapi cerita di atas, tindakan memilih saham tanpa analisis yang jelas sama saja seperti Anda sedang berjudi. Ada lebih dari 600 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saya tidak menyarankan untuk memilih saham hanya dengan melempar anak panah ke daftar mereka.

Berikut adalah beberapa saran untuk mempersempit daftar saham yang mungkin ingin Anda beli. Kiat-kiat ini akan membantu meningkatkan peluang Anda untuk memilih saham yang memberikan pengembalian yang layak.

# Mulailah dengan Apa yang Anda Ketahui

Mulailah dengan mengidentifikasi saham dari industri yang Anda pahami. Mungkin Anda seorang pecandu teknologi atau pencinta mode. Atau mungkin Anda sering bepergian untuk perjalanan bisnis sehingga secara langsung tentang berbagai jaringan hotel.

Selanjutnya, Anda bisa membuka screener saham online yang mencantumkan perusahaan berdasarkan industri. Anda akan mengenali beberapa perusahaan tetapi tidak semua perusahaan di industri itu. Tetapi Anda tidak ingin membeli saham hanya karena nama perusahaan itu tidak asing untuk Anda.

Screener saham memungkinkan Anda untuk menyaring dan mengurutkan saham di industri pilihan Anda sesuai dengan berbagai karakteristik. Misalnya, Anda dapat memfilter menurut ukuran perusahaan, ukuran keuangan tertentu, dividen (meskipun tidak semua saham membayarnya), atau bahkan bagaimana perusahaan dinilai oleh sistem yang berfokus lingkungan.

# Apakah Sekarang Waktu yang Tepat?

Nasihat investasi tertua adalah membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Tidak mudah untuk mengetahui apakah harga saham saat ini rendah atau tinggi dibandingkan dengan harga di mana “seharusnya” saham tersebut berada. Tetapi Anda tidak ingin membeli saham yang harganya sangat tinggi kecuali Anda yakin tingkat tinggi saat ini hanyalah awal dari apa yang akan menjadi kenaikan yang lebih signifikan.

Sekarang untuk bagian yang sulit: Bagaimana Anda bisa tahu bahwa harga saham saat ini sedang tinggi?

Informasi tentang harga saham A yang lebih tinggi (atau lebih rendah) daripada harga saham B, C dan D adalah informasi yang kurang berguna. Lebih penting untuk mengetahui apakah harga saham saat ini dekat dengan tertinggi atau terendah selama 52 minggu terakhir. Sebagian besar screener saham dapat menunjukkan hal ini kepada Anda, tetapi ini bukan cara untuk memilih saham. Informasi yang lebih berguna adalah mengetahui rasio P/E.

# Persempit

Temukan beberapa saham dengan rasio P/E yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Akan sangat baik jika Anda fokus pada industri yang Anda ketahui. Persempit pilihan Anda menjadi hanya beberapa saham, kemudian bacalah tentang masing-masing perusahaan.

Jika Anda tahu cara membaca laporan keuangan, lihat metrik utama seperti ROE, margin laba, dan pertumbuhan pendapatan. Tujuan Anda adalah untuk memutuskan apakah perusahaan dikelola dengan baik, merupakan pesaing di industrinya, dan kemungkinan akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

# Jangan Lakukan Hal-Hal Berikut Dalam Memilih Saham

Berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari dalam memilih saham:

1. Jangan menjadi emosional

Anda tidak ingin membeli saham di perusahaan karena Anda menyukai iklan mereka atau karena Ayah Anda memiliki saham itu beberapa dekade yang lalu. Jauhkan emosi dari keputusan. Anda ingin membeli saham yang kemungkinan akan berjalan baik di masa depan.

2. Jangan membeli atau menjual saham berdasarkan informasi orang dalam

Adalah ilegal bagi Anda untuk memperdagangkan saham apa pun berdasarkan informasi orang dalam. Informasi ini mungkin sesuatu tentang kontrak baru yang besar atau teknologi terobosan atau bahkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan lain. Jangan tergoda untuk menjual atau membeli saham berdasarkan informasi seperti itu, bahkan jika itu berasal dari teman Anda.

3. Jangan membeli saham berdasarkan rekomendasi orang lain

Bahkan jika broker Anda merekomendasikan Anda saham, Anda masih perlu melakukan riset sendiri.

Jangan membeli hanya satu saham. Jika Anda ingin membangun portofolio saham Anda sendiri, Anda perlu mendiversifikasi risiko Anda. Tujuan Anda adalah menyimpan sekitar 20 saham di berbagai industri, sehingga Anda tidak memiliki terlalu banyak telur dalam satu keranjang. Beli untuk jangka panjang, dengan fokus pada bisnis yang dikelola dengan baik dan memiliki peluang bagus. Ingat, membeli saham berarti Anda memiliki bagian dari perusahaan tersebut.

Share to :
Tags: ,
Artikel Terkait