Investasi

Berbagai Hal Tentang Resesi yang Wajib Dipahami

Berbagai Hal Tentang Resesi yang Wajib Dipahami

Ajaib.co.id – Akhir-akhir ini berbagai media memberitakan tentang resesi. Banyak yang bilang bahwa resesi adalah suatu hal yang mengerikan bagi suatu negara, apakah hal itu benar? Cek jawabannya melalui artikel berikut.

Pernahkah kamu mendengar istilah atau hal yang berhubungan tentang resesi ekonomi sebelumnya? Resesi adalah penurunan kegiatan ekonomi yang terjadi di suatu negara dalam beberapa bulan, umumnya lebih dari 3 bulan lamanya.

Kabar mengenai resesi ekonomi bukan hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan sudah semakin gencar terdengar di berbagai belahan dunia lainnya.

Salah satu penyebab terjadinya resesi ekonomi di sebuah negara adalah adanya perlambatan ekonomi yang berlangsung saat wabah virus corona yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, resesi ekonomi juga bisa diartikan sebagai turunnya pertumbuhan ekonomi hingga mendekati 0%.

Contohnya saja negara Indonesia, rata-rata pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai 5% setiap tahunnya. Namun, akibat adanya wabah virus corona pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan atau bisa saja menyentuh angka di kisaran 0% di tahun 2020 ini.

Dan, tidak menutup kemungkinan bahkan bisa mencatatkan persentase yang minus untuk skenario terburuknya. Proses ini bisa dikatakan sebagai resesi ekonomi.

Bagi kamu yang masih bingung mengenai apa itu resesi, kamu bisa mengetahui informasi selengkapnya tentang resesi yang wajib kamu ketahui melalui artikel menarik di bawah ini yang sudah redaksi Ajaib persiapkan berikut:

Pengertian Resesi Ekonomi

Di awal paragraf artikel ini, redaksi Ajaib telah menjelaskan sedikit gambaran tentang resesi. Menurut banyak pengamat ekonomi, wabah virus corona yang terjadi secara global ini diramalkan akan membuat perekonomian dunia resesi. Sebab, pandemi virus corona merupakan salah satu pandemi terparah sepanjang sejarah yang pernah terjadi di dunia.

Hal ini pula yang diungkapkan oleh Amerika Serikat, pandemi virus corona menjadi pandemi terparah sejak lebih dari 100 tahun terakhir yang mengakibatkan negeri Paman Sam mengalami krisis ekonomi dan juga darurat kesehatan. 

Saat ini, penyebaran virus corona telah menyerang setidaknya 200 negara di dunia. Sehingga, dampak ekonomi akan langsung dirasakan secara global bagi negara-negara di seluruh dunia.

Walaupun sejarah pernah mencatat bahwa ada beberapa wabah penyakit terparah lainnya seperti pandemi flu (1968), The Black Death (1346 – 1353), Asian Flu (1956 – 1958), dll. Di mana, pandemi-pandemi tersebut juga membuat ketidakpastian ekonomi bagi negara terdampak dan juga secara global.

Akibat adanya wabah virus corona, hal ini menyebabkan dampak krisis bagi semua lini usaha mulai dari industri retail, konsumer, UMKM, dan juga perusahaan. Hampir semua sektor mengalami dampak dari virus corona, tetapi sektor bisnis terparah dialami oleh hotel, pariwisata, perdagangan, manufaktur dan keuangan.

Jadi, pengertian resesi adalah periode penurunan ekonomi secara umum dan biasanya disertai dengan menurunnya pasar saham, peningkatan pengangguran, dan sektor-sektor lainnya. Bahkan, bila resesi ekonomi di suatu negara berlangsung sangat lama, hal ini menyebabkan depresi ekonomi.

Dampak Resesi Ekonomi

Bila suatu negara mengalami resesi ekonomi, ada beberapa dampak yang dirasakan secara ekonomi, yaitu:

  • Dapat Menyebabkan semakin banyaknya angka pengangguran yang disebabkan oleh perusahaan sudah tidak mampu lagi membiayai operasionalnya.
  • Menurunnya investasi akibat lesunya perekonomian.
  • Menurunnya daya beli di masyarakat akibat berkurangnya penghasilan.
  • Turunnya harga di pasar saham.

Itulah beberapa dampak resesi ekonomi yang bisa dirasakan oleh suatu negara. Bahkan ada yang bilang bahwa resesi adalah suatu hal yang mengerikan bagi perekonomian bila resesi ekonomi dilakukan dalam skala yang masif.

Faktor-faktor Pemicu Resesi

Dalam banyak kasus resesi ekonomi bisa terjadi dan dipicu oleh beberapa faktor diantaranya:

  • Suku bunga yang tinggi. Hal ini akan membatasi likuiditas dan jumlah uang yang tersedia untuk diinvestasikan, serta menyebabkan inflasi.
  • Kurangnya kepercayaan konsumen. Ketika suatu negara sedang mengalami masalah ekonomi yang buruk, tentu saja hal ini juga akan mempengaruhi psikis dari seorang konsumen. Mereka akan cenderung untuk menghabiskan uang yang dimiliki dan ini bisa berdampak langsung kepada lini ekonomi lainnya.
  • Upah Stagnan. Tingkat inflasi menjadi salah satu indikator dalam penentuan UMR di suatu negara. Jadi, jika tingkat inflasi yang terjadi tergolong tinggi namun tidak diikuti dengan naiknya upah pekerja. Hal ini akan membuat daya beli para pekerja tersebut akan semakin berkurang.

Cara Mengatasi Resesi Ekonomi

Bila resesi ekonomi benar-benar akan terjadi di Indonesia pasca-corona, kamu bisa mengatasi hal tersebut dengan mempersiapkan langkah-langkah berikut:

Siapkan dana darurat. Kamu bisa mempersiapkan dana daruratmu mulai dari sekarang dengan menabung dan berinvestasi untuk biaya hidupmu selama 3-6 bulan kedepan saat masa resesi. Kamu bisa mempersiapkan dana darurat dengan berinvestasi pada produk reksa dana yang memiliki kinerja yang baik.

Untuk mempermudah pembelian reksa dana, kamu bisa memanfaatkan layanan reksa dana online (Ajaib). Di platform Ajaib, kamu tidak perlu harus repot-repot memilih dan menganalisa berbagai produk reksa dana yang ada di luar sana.

Sebab, reksa dana yang ditawarkan lewat Ajaib kepada kamu berdasarkan profil risiko investasi. Sehingga, kamu tidak perlu takut salah memilih dan lain sebagainya.

Berhemat. Di saat masa resesi, kamu bisa mengurangi beberapa biaya pengeluaran yang dianggap tidak terlalu dibutuhkan. Soalnya, kamu harus fokus terhadap keuanganmu terlebih dahulu yang menyangkut kebutuhan primer.

Sehingga, pos keuangan yang bisa kamu kurangi adalah untuk kebutuhan sekunder dan tersier seperti biaya nonton konser, gonta-ganti gadget, dan lain-lain.

Demikianlah informasi yang bisa redaksi Ajaib berikan terkait serba-serbi mengenai resesi ekonomi. Walaupun saat ini kita sedang dihantui dengan kabar-kabar mengenai resesi ekonomi pasca-corona.

Namun, banyak pihak yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada pada tren positif dibanding dengan negara-negara G20 lainnya. Sehingga, Indonesia tidak akan mengalami resesi dalam skala yang besar. Bahkan, IMF, telah memprediksi bahwa angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 bisa mencapai 0,5%.

Artikel Terkait