Cryptocurrency, Investasi

Beli Bitcoin di Masa Pandemi COVID-19: Untung atau Buntung?

Sumber: Pexels

Ajaib.co.id – Era digital seperti saat ini memang ditandai dengan segala macam kepraktisannya salah satu contohnya adalah terciptanya internet. Hingga saat ini, dunia maya terus berkembang dan berinovasi.

Besarnya minat masyarakat dunia untuk bereksplorasi dalam internet memunculkan keinginan baru untuk melakukan perdagangan hingga menciptakan suatu mata uang yang tidak bergantung ataupun tercatat dalam Bank Sentral. Akhirnya, terciptalah mata uang kripto (cryptocurrency) yang digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran di dunia maya.

Nah, salah satu mata uang kripto tersebut adalah bitcoin. Apa itu bitcoin?

Sejarah Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang elektronik yang digunakan dalam transaksi digital dengan metode peer-to-peer dan memiliki administrator tunggal yang terdesentralisasi dan diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Sampai saat ini, identitas Satoshi Nakamoto masih belum diketahui.

Transaksi bitcoin ini tidak memerlukan identitas seperti di bank pada umumnya, sehingga pengguna bisa memilikinya secara anonim. Menariknya, tidak ada validasi mengenai identitas pemilik bitcoin, sehingga tidak ada yang tahu siapa penggunanya. Maka, tidak heran kalau bitcoin sering digunakan sebagai salah satu alternatif pembayaran perbuatan kriminal. Waduh!

Nah, perlu kamu ketahui, mata uang ini diatur melalui perangkat lunak dengan menggunakan sistem terbuka (open source) sehingga semua orang dapat mengakses ataupun mengembangkan sistem tanpa harus memerhatikan masalah hak cipta dan meminta izin terlebih dahulu.

Sementara, jumlah bitcoin yang beredar terbatas yakni sebanyak 21 juta. Namun, jumlahnya bisa berkurang setiap 4 tahun sekali. Sebagai informasi, kuantitas bitcoin akan berkurang sesuai sistem ekonomi yang berdasarkan deflasi dan minimnya besaran bitcoin yang beredar.

Dalam jangka waktu yang singkat, harga bitcoin tidak dapat diprediksi karena bitcoin masih tergolong baru dan terkadang tidak likuid sehingga bitcoin kurang cocok untuk dijadikan sebagai instrumen tabungan.

Bagaimana Cara Memiliki Bitcoin?

Bitcoin memiliki kode mata uang BTC dan bisa ditransaksikan melalui platform online. Saat ini, harga 1 BTC sama dengan Rp177.245.563,20 per 15 Agustus 2020. Wow! Harga yang fantastis, bukan?  

Untuk mendapatkan bitcoin, kamu dapat memperolehnya dengan dua cara; menambang (mining) dan membeli.

Cara pertama dengan menambang, para penambang atau disebut juga miners akan saling bersaing untuk menambang dengan menyelesaikan kode matematika yang rumit. Jadi, kegiatan menambang itu tidak semudah seperti kelihatannya. Besaran BTC yang diperoleh dari hasil menambang umumnya sebesar 12,5-25 BTC. 

Cara kedua, kamu dapat melakukan pembelian pada platform online yang saat ini sudah banyak menjamur. Syarat utama untuk beli bitcoin adalah pembuatan akun pada platform online pilihan kamu. Dalam pembuatan akun, kamu juga harus melampirkan data-data pribadi seperti KTP, rekening bank yang digunakan sebagai rekening penampung, dan foto pribadi. Untuk itu, ada baiknya sebelum melakukan pembelian, kamu sudah terlebih dahulu mengenal platform yang akan digunakan untuk beli bitcoin. 

Setelah membuat akun, kamu akan mendapatkan dompet bitcoin atau wallet digital yang menjadi tempat menyimpan uang kripto yang kamu punya. Apabila ingin mencairkan bitcoin, kamu dapat menukarkannya melalui platform online pilihanmu sesuai dengan nilai tukar yang ada dan uang penukaran akan masuk ke dalam rekening penampung yang kamu daftarkan. 

Walaupun sistem bitcoin sangat aman, namun hal tersebut tidak berlaku terhadap data pengguna terutama dalam penukaran uang. Pencurian bitcoin dalam wallet digital memang sangat sulit dilakukan. Tetapi, bisa jadi pencurian dilancarkan dalam rekening tradisional. Para peretas dapat memasukkan malware ke dalam komputer kamu dan mendapatkan data penting misalnya password internet banking.

Nah, transaksi jual dan beli bitcoin bisa dilakukan. Mekanismenya, mirip dengan transaksi forex dengan menggunakan uang kripto tersebut. 

Namun yang perlu jadi perhatian kamu adalah transaksi dalam bitcoin tidak dapat dibatalkan. Apabila kamu salah transfer, dana kamu hanya bisa dikembalikan oleh penerima dana. Tidak adanya penjamin atau pengawas dalam transaksi bitcoin membuat kamu harus lebih jeli dalam melakukan transaksi. 

Beli Bitcoin Saat Ini

Dalam masa pandemi COVID-19, banyak orang yang menyarankan untuk berinvestasi. Jika begitu, apakah bitcoin adalah instrumen investasi yang tepat? 

Perlu kamu ketahui, harga bitcoin umumnya dipengaruhi ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China maupun negara di kawasan Eropa. Ketika pemerintah mengumumkan pasien pertama pengidap virus corona di Indonesia tepatnya pada tanggal 3 Maret 2020, harga 1 BTC masih berada pada angka US$8.838,11. Namun, tepat pada 17 Maret 2020, masa puncak virus corona di Eropa, harga bitcoin langsung anjlok menyentuh harga US$5.167,06. 

Berdasarkan Kompas.com, harga bitcoin sebenarnya mengalami peningkatan selama pandemi COVID-19. Per 13 Agustus 2020, harga bitcoin saat ini sudah mencapai US$11.500. Bila dilihat sejak awal tahun 2020, harga bitcoin sudah menguat 60 persen hingga periode tersebut. Dan bila kamu membeli bitcoin pada pertengahan bulan Maret 2020, maka harga bitcoin kamu sudah meroket sampai 180 persen.

Pertanyaannya, apakah beli bitcoin jauh lebih menguntungkan di masa pandemi? Jawabannya, iya! Tingkat kenaikan harga bitcoin masih lebih tinggi daripada instrumen investasi lain seperti saham ataupun emas. Bahkan, proses rebound bitcoin lebih cepat daripada instrumen lain.

Melihat pada pergerakan harga bitcoin pada tanggal 17 April 2020, harga 1 BTC adalah 7.071,15 dolar AS. Artinya, dalam 1 bulan sejak harga terendah, bitcoin sudah rebound sebesar 36 persen. Menggiurkan, bukan? Walaupun terlihat menguntungkan, bitcoin tetap memiliki risiko yang tinggi karena harganya yang fluktuatif, tetapi semua tergantung bagaimana kamu mengatur strategi dalam bertransaksi bitcoin. Minat mencoba?

Namun, kamu tetap disarankan untuk melakukan diversifikasi investasi demi meminimalisir risiko yang kamu dapatkan di masa depan. Karenanya, kamu juga dianjurkan untuk memiliki investasi middle risk seperti reksa dana yang bisa kamu miliki dengan hanya mengunduh aplikasi investasi Ajaib melalui Google Play dan Apple App Store.

Artikel Terkait