Banking

Aplikasi Duit Kita Tersangkut Pinjaman Online Ilegal

Ajaib.co.id – Aplikasi pinjaman online merupakan sebuah aplikasi yang berguna untuk memberikan pinjaman ataupun permodalan, baik untuk usaha maupun untuk kebutuhan pribadi.

Misalkan saja aplikasi Duit Kita yang awalnya merupakan aplikasi pinjaman online yang tergabung dalam unit Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Melalui deskripsi pada laman Google Play Store, aplikasi Duit Kita mengklaim sudah terdaftar di bawah badan hukum Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia.

Deskripsi tersebut juga menjelaskan bahwa tenor yang bisa diperoleh oleh debitur antara 91 hari sampai dengan 180 hari dengan maksimum bunga tahunan 26 persen. Adapun jumlah pinjaman yang akan diberikan antara Rp1 juta sampai dengan Rp6 juta dengan biaya transaksi Rp0.

Adapun keunggulan dari aplikasi Duit Kita antara lain, kredit tanpa agunan ataupun jaminan yang diberikan, pengajuan juga lebih cepat dimana proses yang dilakukan hanya 5 menit melalui ponsel dengan melakukan pengisian aplikasi.

Selanjutnya, dengan mengklaim bahwa sudah terdaftar melalui KSP, Duit Kita menjamin keamanan data-data pengguna. 

Adapun ketentuan yang perlu diketahui oleh debitur saat ingin mengajukan permohonan pinjaman antara lain:

1.    Memberikan informasi terkait dengan informasi pribadi, informasi kontak dan juga informasi pekerjaan.

2.    Selanjutnya sebagai debitur kamu diwajibkan berusia di atas 21 tahun atau merupakan orang dewasa yang sudah cakap hukum.

3.    Mempunyai kemampuan dalam melakukan pembayaran dengan sumber penghasilan yang tergolong stabil.

Adapun beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan pinjaman, antara lain :

1.    Mengunduh dan kemudian melakukan pemasangan aplikasi Duit Kita dari Google Play Store.

2.    Melengkapi profil dan juga informasi yang dibutuhkan untuk memperoleh batasan kredit.

3.    Memilih jumlah pinjaman dan jangka waktu yang kamu Inginkan.

Walau demikian, nyatanya Duit Kita baru-baru ini tersandung masalah dan masuk dalam pinjaman online yang ilegal. Tidak tanggung-tanggung, di awal tahun ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis ratusan pinjaman online, termasuk di dalamnya Duit Kita.

Aplikasi Duit Kita terdapat dua nama yang sama namun developer berbeda. Aplikasi Duit Kita dengan developer Devi Anggraini, dan aplikasi Duit Kita dengan developer Riemann Gambrel.

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini zamannya sudah serba online, dengan mudahnya melakukan pinjaman, penggunaan data konsumen secara ilegal kian marak.

Peer to peer (P2P) lending ini merupakan salah satu produk dari perusahaan financial technology (fintech), yakni lembaga keuangan yang memadukan teknologi dalam pelayanannya.

Selain pinjaman online alias pinjol, produk lainnya dari fintech berupa e-money, investasi online, dan kredit barang online. Ada banyak pilihan bermanfaat lainnya, namun pinjol menjadi primadona bagi masyarakat yang membutuhkan dana dadakan.

Pinjaman online memang memiliki kelebihan tersendiri, jika dibandingkan dengan pinjaman konvensional melalui bank atau lembaga lainnya.

Di antaranya adalah lebih praktis, proses cepat bahkan bisa dipinjam tanpa agunan. Bahkan banyak yang menekankan proses langsung cair seketika sesaat setelah kamu selesai ajukan pinjaman.

Jumlah pinjaman yang bisa diakses sebenarnya lebih kecil jika dibandingkan bank maupun koperasi. Namun sistemnya yang kilat cukup menjadi daya tarik utama, karena memang dalam banyak kasus dana yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar.

Daya tarik seperti inilah yang digunakan fintech tidak bertanggung jawab dan tidak terdaftar di OJK untuk melakukan penipuan. Di antaranya menyalahgunakan data pribadimu, atau mengenakan bunga yang tidak masuk akal alias mencekik, dan hal lainnya.

Pinjaman online seperti ini sangat meresahkan masyarakat yang sudah terjerat. Penyalahgunaan data, menerima teror, dan beban bunga yang berbunga, menjadi beberapa yang meresahkan.

Namun demikian, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari penipuan berkedok peminjaman uang P2P Lending.

1.    Informasi Penyelenggara Tidak Valid

Hal pertama kala ingin mengajukan pinjaman dana tunai melalui aplikasi adalah dengan memastikan informasi bahwa aplikasi pinjaman tersebut valid.

Dengan begitu, jika suatu saat kamu mendapatkan kendala mengenai pinjaman kamu, tentunya kamu bisa menghubungi pihak penyelenggara kredit.

Keberadaan dan informasi yang jelas juga menjadi tolak ukur dalam menilai bahwa perusahaan peminjam benar-benar resmi atau tidak.

Berbeda dengan pinjaman online yang abal-abal yang cenderung meletakkan alamat dan informasi perusahaan palsu. Misalkan saja, alamat tidak jelas, nomor pengaduan merupakan nomor ponsel, emai berbentuk gmail atau yahoo dan lain sebagainya.

2.    Meminta Informasi Pribadi

Kelengkapan data memang merupakan hal yang tidak terhindari oleh calon peminjam. Namun, ada batasan bahwa pihak pemberi pinjaman hanya diwajibkan untuk meminta informasi berkaitan dengan nama peminjam, nomor telepon debitur aktif dan alamat email.

Sementara nomor rekening bank yang diminta juga hanya untuk pengecekan riwayat kredit dan pencairan dana saja.  

Data-data pribadi yang kamu lampirkan ini sangat berisiko untuk disalahgunakan terutama bila kamu mengajukan pinjaman ke perusahaan ilegal.

Bedanya dengan pinjaman online abal-abal, yang cenderung mengelabui para nasabahnya dengan alasan agar dana yang dibutuhkan cepat cair, sehingga nasabah wajib menyertakan pin dan password rekening bank.

3.    Pembayaran yang Melalui Rekening Pribadi

Hal yang mencurigakan selanjutnya adalah pembayaran yang kamu lakukan malah diarahkan ke rekening pribadi.

Hal ini menyalahi aturan, karena sebagai perusahaan yang memberikan pinjaman, seharusnya pembayaran cicilan dilakukan melalui rekening perusahaan. Paling tidak bukan dengan nama pribadi.

Ini menjadi sebuah indikasi bahwa ada yang tidak benar dengan pinjaman online yang kamu daftarkan.

4.    Tampilan Media Sosial yang Tidak Profesional

Ciri lain yang bisa kamu kenali dengan mudah adalah tampilan yang tercantum dalam media sosial, baik melalui Instagram maupun dari Facebook.

Setiap penyelenggara pinjaman online tentunya memiliki pegawai khusus yang meng-handle media sosial agar terlihat rapi, menarik dan profesional.

Hal ini sangat jelas berbeda dengan media sosial akun abal-abal yang memiliki tampilan berantakan dengan gambar-gambar yang tidak proporsional. Bahkan pinjaman online abal-abal cenderung dan cukup sering mengambil konten platform pinjam uang online lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengetahui dan cek daftar pijaman online yang resmi terdaftar di OJK?

Untuk menghindari pinjaman online abal-abal, kamu tentunya harus melakukan cek ke website OJK secara berkala. Hal ini penting agar kamu tidak ketinggalan informasi. Caranya sebagai berikut:

  1. Cek perusahaan pinjaman online yang legal di ojk.go.id.
  2. Klik ‘Berita dan Kegiatan’.
  3. Klik ‘Publikasi’.
  4. Pilih atau klik ‘Daftar Fintech Terdaftar di OJK’ terbaru.

Kamu pun bisa juga cek perusahaan pinjaman online yang legal/resmi di www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika memang tak terlalu mendesak, sebaiknya tak perlu mengajukan pinjaman online atau agar lebih aman sebaiknya ajukan pinjaman biasa ke bank resmi.

Namun, jika kamu sudah terlanjur menjadi korban penipuan platform pinjaman online abal-abal, kamu bisa segera melaporkan hal ini  kepada pihak yang berwajib atau juga kepada Satgas Waspada Investasi. Begini caranya:

  • Kumpulkan semua bukti teror, ancaman, intimidasi, atau pelecehan.
  • Datang ke kantor polisi terdekat.
  • Buat laporan disampaikan di kantor polisi.
  • Atau adukan ke situs resmi OJK di https://konsumen.ojk.go.id/formulirpengaduan.
  • Atau melaporkan ke situs aduankonten.id, maupun melalui Twitter @aduankonten.

Cara lainnya, kamu bisa menghubungi layanan konsumen 1500655 atau melalui email [email protected]

Artikel Terkait