Aplikasi Dana Kita Ditarik Izinnya oleh OJK, Kenapa?

dana kita
aplikasi dana kita

Berdasarkan pengawasan dan pemeriksaan secara langsung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan menarik perizinan Dana Kita sebagai perusahaan pinjaman online. Mengapa perusahaan fintech ini tidak boleh beroperasi kembali? Simak jawabannya dalam ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aplikasi financial techonoly (fintech) menjamur, khususnya aplikasi peer to peer lending (p2p lending). Aplikasi ini juga dikenal dengan sebutan pinjaman online atau disingkat pinjol.

Ada ratusan aplikasi layanan pinjaman yang bisa diunduh dengan mudah melalui ponsel. Tidak dipungkiri, keberhasilan satu aplikasi mendorong semakin banyaknya perusahaan sejenis. Menawarkan beragam pinjaman tanpa agunan, pengguna internet pun berbondong-bondong menggunakan aplikasi pinjol yang mudah diakses oleh sistem elektronik.

Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan pinjam meminjam uang adalah Dana Kita. Menawarkan beragam kemudahan, aplikasi ini berhasil mengumpulkan ribuan nasabah. Terlebih lagi, aplikasi ini juga sempat terdaftar di OJK. Tentu hal ini bisa menjadi jaminan mendapat kepercayaan lebih dari konsumen yang ingin melakukan pengajuan pinjaman.

Namun pengumuman mengejutkan datang dari pihak OJK pada pertengahan tahun 2019. Berdasarkan pengawasan dan pemeriksaan secara langsung, OJK menyatakan menarik perizinan Dana Kita sebagai perusahaan pinjaman online. OJK pun menghimbau seluruh konsumen menyelesaikan hak dan kewajibannya dengan perusahan fintech tersebut.

Di tengah kemudahan meminjam dana online, memutuskan mengambil pinjaman online memang tidak bisa dilakukan secara gegabah. Pasalnya, ada banyak orang yang meminjam sembarangan, hingga akhirnya terjerat bunga mencekik dan utang selangit. Belum lagi, tidak jarang ada penagihan yang dilakukan dengan cara premanisme yang meresahkan.

Oleh karena itu, penting sekali untuk memperhatikan apakah fintech yang akan digunakan terdaftar di OJK atau tidak. Berikut ini adalah perbedaan dan keunggulan pinjol yang terdaftar di OJK.

Adanya Pengawasan Dari OJK                                

Tentu saja perbedaan pertama adalah adanya perizinan resmi dari OJK. Sehingga operasionalnya mendapat pengawasan dan sesuai dengan ketentuan OJK. Hal ini bisa dilihat dari logo OJK yang biasanya tertera dalam setiap banner, iklan atau website fintech bersangkutan.

Sementara fintech yang tidak mendapat izin OJK, disebut juga fintech ilegal. Hal ini biasanya dikarenakan fintech bersangkutan memang ingin beroperasional diluar ketentuan OJK. Atau, OJK menemukan hal yang menyalahi aturan sehingga izinnya dicabut seperti halnya yang terjadi pada aplikasi Dana Kita.

Alamat Perusahaan Jelas

Salah satu ciri untuk membedakan pinjol resmi dan ilegal, dapat dilihat dari informasi perusahaan, khususnya bagian kontak. Pinjol resmi memiliki alamat perusahaan dan kontak resmi yang jelas dan mudah dihubungi.

Sebaliknya, pinjol ilegal cenderung menyembunyikan alamat dan kontak perusahaan. Bahkan, bisa juga dianggap sebagai perusahaan siluman. Hal ini tentu saja, karena mereka menyadari bahwa perusahaannya menyalahi aturan dan beroperasi tidak sesuai ketentuan.

Nama Aplikasi Tetap

Nama perusahaan pemberi pinjol yang resmi terdaftar, biasanya tetap dan tidak berubah. Walaupun berganti, akan memberikan informasi terlebih dahulu pada debitur. Lain halnya dengan pinjaman online ilegal. Tidak jarang, aplikasi pinjol ilegal tiba-tiba saja menghilang dan berganti nama.

Biasanya hal ini dilakukan karena nama aplikasi tersebut sudah jelek, karena mendapat banyak review negatif. Selain itu, banyak juga yang mengeluhkan kesulitan membayar karena aplikasi yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar tapi tiba-tiba tagihan kembali dengan nama aplikasi berbeda, dengan utang yang telah berbunga. Sehingga banyak yang menduga aplikasi sengaja menghilang agar utang debitur jatuh tempo dan terkena denda serta bunga.

Terdapat Ketentuan Jelas Mengenai Penagihan

Salah satu yang menjengkelkan dari pinjaman online, adalah penagihan yang cenderung mengganggu, bahkan tidak jarang meneror. Oleh karena itu, OJK memberikan aturan tegas mengenai hal ini.

Ada beberapa aturan yang diberikan oleh OJK terkait penagihan fintech kepada debitur:

Penagihan Hanya Boleh Dilakukan kepada Debitur

OJK memiliki aturan tegas pada semua fintech yang berada di bawah pengawasannya. Mereka tidak boleh menagih pembayaran pinjaman selain pada debitur. Mereka juga dilarang menyebarkan data ke sembarang kontak.

Penagihan Setiap Harinya Maksimal Dilakukan Hingga Pukul 9 Malam

Setelah lewat jam tersebut, perusahaan pinjol tidak boleh melakukan penagihan terhadap debitur.

Penagihan Maksimal 90 Hari Sejak Jatuh Tempo.

Pinjol hanya bisa melakukan penagihan maksimal 90 hari sejak pinjaman jatuh tempo. Selebihnya, pinjaman tersebut hangus dan penagihan harus dihentikan. Debitur lantas dimasukkan ke dalam daftar debitu yang tidak membayar pinjaman, akan masuk ke dalam blacklist pusdafil, sehingga tidak akan diberi pinjaman oleh fintech dan bank lainnya.

Berbeda dengan pinjol yang terdaftar di OJK, pinjol ilegal cenderung melakukan penagihan dengan cara meneror siang malam. Tidak ada batasan penagihan yang jelas. Bahkan, tidak jarang debt collector dari pinjol ilegal melakukan penyebaran data pada semua orang di daftar kontak dan melakukan pencemaran nama baik konsumennya.

Biaya dan Bunga Dibatasi

Fintech yang berada di bawah pengawasan OJK, harus mengikuti aturan dan ketentuan OJK terkait besaran bunga, biaya dan juga denda. Sehingga perusahaan fintech tidak dapat dengan semena-mena menentukan bunga, denda dan biaya lain yang mencekik leher.

Berikut ini adalah aturan OJK terkait biaya, bunga dan denda yang dikenakan oleh pinjol dalam memberikan pinjaman.

Bunga Pinjaman

Bunga pinjaman bagi fintech yang berada di bawah pengawasan OJK dibatasi hingga 0,8 persen per hari. Lain halnya dengan fintech ilegal yang bisa mengenakan denda hingga 2% per hari.

Denda Pinjaman

Denda biasanya dikenakan saat terdapat keterlambatan pembayaran yang jatuh tempo. OJK menetapkan besaran denda maksimal (termasuk bunga dan biaya-biaya) adalah 100% dari pinjaman pokok. Misalnya : besaran pinjaman pokok adalah Rp1.000.000, maka besaran denda maksimal adalah Rp1.000.000. Dengan demikian besaran maksimal yang harus dibayar oleh debitur adalah Rp2.000.000.

Sementara fintech ilegal tidak memiliki aturan jelas terkait biaya-biaya, sehingga mereka bisa menentukan denda sangat tinggi dan tidak terbatas, bahkan melebihi pinjaman pokok debitur.

Akses pada Handphone Dibatasi

Pada saat mengajukan aplikasi pinjaman, tidak jarang fintech akan meminta akses pada ponsel pengguna. Bagi fintech yang berada di bawah pengawasan OJK, maka akses yang diminta terbatas pada camera, microphone dan location.

Sementara akses sensitif seperti sosial media, SMS, galeri dan telepon tidak boleh diminta. Hal ini untuk menghindari adanya teror atau ancaman berlebihan pada debitur.

Itulah beberapa perbedaan dan keunggulan fintech lending yang berada di bawah pengawasan OJK. Sebelum melakukan peminjaman, update selalu informasi status mengenai instansi keuangan terkait. Hal ini untuk menghindari apa yang terjadi pada Dana Kita, dimana perizinan ternyata dicabut walaupun sempat terdaftar di OJK.

Namun demikian, jauh lebih baik, jika kamu bisa mengantisipasi berbagai kebutuhan mendadak atau darurat, dengan menabung dan berinvestasi. Dengan demikian, kamu tidak harus melakukan pinjaman dan berutang jika telah memiliki dana darurat atau investasi.

Bacaan menarik lainnya:

Mace, Janice. (2007). Trip of a lifetime Money Management.


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait