Saham

Apakah Bisa Beli Saham di Bank? Ini Penjelasannya

beli saham di bank

Ajaib.co.id – Sepertinya banyak yang mengira bahwa beli saham di bank itu bisa dilakukan. Dan ada juga yang beranggapan bahwa beli saham atau menabung saham itu sama saja dengan menabung di bank. Pernyataan itu tentu saja salah kaprah karena menabung saham atau membuka rekening saham itu bukan dilakukan di bank. Dan juga berbeda jauh dengan menabung konvensional di bank.

Menabung di Bank Berbeda dengan Menabung Saham

Menabung konvensional di bank disebut-sebut berbeda jauh dengan beli saham di bank karena hasil yang kamu dapatkan pada prosesnya saja berbeda. Ketika kamu menabung konvensional di bank, dan dilakukan secara rutin, maka hasilnya pun akan sesuai dengan yang kamu tabungkan.

Lain halnya ketika kamu menabung saham. Hasilnya tidak tertentu. Kamu bisa saja mengalami kerugian yang mengakibatkan tabungan sahammu terkuras, tapi kabar baiknya kamu bisa mendapatkan pemasukan yang melimpah dari saham-saham yang kamu miliki. Menabung saham itu jauh mendatangkan keuntungan dibandingkan menabung saham konvensional.

Ketika kamu memutuskan ingin membuka rekening tabungan saham yang nantinya bisa digunakan untuk membeli saham, yang kamu lakukan adalah mendatangi perusahaan sekuritas. Saat ini cukup banyak perusahaan sekuritas yang tersebar di Indonesia. Namun, hanya perusahaan sekuritas yang terpercaya yang sebaiknya kamu pilih.

Perusahaan sekuritas ini membantu siapa saja yang ingin berbinis di dunia pasar modal Mereka adalah perusahaan perantara yang menghubungkan kamu dengan perusahaan emiten yang ingin kamu beli saham-sahamnya. Jadi, beli saham di bank itu rasanya kurang tepat.

Perusahaan Sekuritas dari Bank

Bicara tentang bank, banyak bank-bank yang ada di Indonesia yang memiliki lini usaha menjadi perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ini bisa kamu pilih karena sudah memiliki izin dan lisensi untuk melakukan usahanya. Dan juga perusahaan-perusahaan ini punya prestasi tersendiri.

1. Mandiri Sekuritas

Berkat kecanggihan teknologi, saat ini untuk berbisnis di dunia pasar modal sangat mudah. Mandiri Sekuritas contohnya membuat aplikasi transaksi trading yang dinamakan MOST dan cukup diminati oleh banyak orang karena aplikasinya yang lengkap. Untuk membuka rekening saham di sini, kamu harus punya rekening tabungan Mandiri terlebih dahulu. Proses pendaftarannya pun mudah karena semuanya bisa dilakukan secara online.

Mandiri Sekuritas dikatakan sebagai perusahaan sekuritas yang berprestasi di Indonesia karena banyaknya transaksi saham yang pernah dihasilkan, yang mencapai Rp205 triliun. Jumlah yang begitu besar tersebut dapat dikelola dengan baik oleh Mandiri Sekuritas. Karena prestasinya ini, Mandiri Sekuritas mendapatkan penghargaan sebagai Broker Terbaik dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Panin Sekuritas

Panin Sekuritas merupakan salah satu perusahaan sekuritas yang telah lama beroperasi di Indonesia, yaitu sejak 25 tahun lalu. Sama seperti Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas juga memiliki aplikasi online trading yang memudahkan nasabahnya untuk melakukan transaksi saham secara online. Aplikasinya disebut dengan POST.

Cara daftar untuk membuka rekening saham, kamu bisa mengunduh formulir pendaftaran di website resmi Panin Sekuritas. Kemudian dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, NPWP, Kitas (WNA), Paspor (WNA), dikirimkan bersama formulir ke cabang Panin Sekuritas terdekat.

Panin Sekuritas juga memiliki segudang prestasi. Di tahun 2018, perusahaan ini mendapatkan penghargaan dari Bursa Efek Indonesia sebagai Anggota Bursa Terbaik Kategori Kinerja Keuangan.

3. BNI Sekuritas

BNI Sekuritas merupakan lini usaha milik Bank BNI. Memiliki aplikasi trading online yang dikenal dengan nama eSmart. Uniknya eSmart ini bisa diakses dari desktop PC kamu dan juga download aplikasi mobile-nya. BNI Sekuritas juga menyediakan layanan Zaisan, layanan ini diperuntukkan bagi para investor pemula yang membutuhkan bantuan ketika mengambil keputusan trading.

Untuk membuka rekening saham BNI Sekuritas, kamu harus menyiapkan KTP, NPWP, dan buku tabungan BNI. Untuk menjadi nasabah saham di sini, harus memiliki rekening tabungan di Bank BNI. Syarat dokumennya memang termasuk mudah.

Lalu, kamu bisa melakukan pendaftaran di website resmi BNI Sekuritas. Pendaftaran secara online ini bisa mempercepat proses registrasi. Kamu pun tidak perlu mendatangi kantor cabang terdekat.

4. MNC Sekuritas

Merupakan perusahaan sekuritas bentukan dari MNC Group. Perusahaan sekuritas ini masih baru, tapi sudah memiliki aplikasi trading online yang disebut dengan MNC Trade. Untuk membuka rekening saham di sini, kamu bisa memilih rekening saham reguler dan rekening saham syariah. Untuk syariah juga punya aplikasinya tersendiri, yaitu MNC Trade Syariah.

Untuk membuka rekening sahamnya, kamu tidak harus memiliki rekening MNC Bank. MNC Sekuritas berafiliasi dengan BCA atau CIMB Niaga untuk Rekening Dana Investor. Selain itu kelebihannya adalah nasabah dibebaskan dari biaya administrasi bulanan, dan market informasi yang dibutuhkan kapan saja bagi para investor.

5. CIMB Niaga Sekuritas

CIMB Niaga Sekuritas merupakan salah satu perusahaan sekuritas terbaru di Indonesia, tapi sudah punya sistem kinerja yang baik. Baru berdiri sejak tahun 2018.

CIMB Niaga Sekuritas memberikan beberapa kemudahan bagi para calon nasabahnya. Pendaftaran bisa datang langsung ke kantornya yang berada di gedung Bursa Efek Indonesia. Atau kamu bisa juga mendaftar secara online dengan berkunjung ke website resminya di www.itradecimb.co.id.

Untuk proses trading, kamu pun bisa melakukannya secara online dengan memanfaatkan aplikasinya, yaitu iTrade. Aplikasi tersebut bisa kamu download secara gratis di Play Store.

Keuntungan Menabung Saham

Bagi kamu yang ingin beralih dari menabung konvensional ke saham, kamu perlu tau bahwa ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, misalnya:

1. Mendapat Dividen

Dividen merupakan salah satu keuntungan. Di mana, dividen adalah pembagian laba yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Berapapun jumlah saham yang kamu miliki, maka kamu akan mendapatkan bagian keuntungan yang bersifat proporsional dengan besaran saham.

Ada dua macam dividen yaitu tunai dan saham. Di mana, pemegang saham akan mendapat uang tunai yang dihitung berdasarkan jumlah satu lembar saham yang dimiliki jika mendapatkan dividen tunai.

Sedangkan, dividen saham berarti perusahaan akan membagikan keuntungan dalam bentuk saham sehingga jumlah saham yang dimiliki pemegang saham akan bertambah.

2. Capital Gain

Pemegang saham juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari naiknya nilai saham. Misalnya, jika kamu membeli saham A per lembarnya dengan harga Rp2.000 dan saham itu dijual dengan harga saham Rp2.500, maka keuntungan capital gain yang didapatkan oleh pemegang saham adalah 500 rupiah per lembar.

Saham Bank yang Mulai Dilirik di Tahun 2021

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk membeli saham dari bank, di bawah ini adalah beberapa saham yang mulai diincar oleh investor, terutama bank saham mini dengan modal di bawah Rp 1 triliun.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut kenaikan saham bank mini.

  1. PT Bank Bumi Arta (BNBA), saham +12,68%, ke Rp 1.555/saham
  2. Bank Jtrust Indonesia (BCIC), +9,77%, ke Rp 191/saham
  3. Bank MNC Internasional (BABP), +9,02%, ke Rp 266/saham
  4. Bank Maspion Indonesia (BMAS), +8,98%, ke Rp 1.395/saham
  5. Bank Neo Commerce (BBYB), +7,35%, ke Rp 1.315/saham
  6. Bank Ganesha (BGTG), +4,65%, ke Rp 180/saham
  7. Bank Capital Indonesia (BACA), +4,49%, ke Rp 326/saham
  8. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +4,48%, ke Rp 140/saham
  9. Bank Ina Perdana (BINA), +3,80%, ke Rp 3.550/saham
  10. Bank Oke Indonesia (DNAR), +3,39%, ke Rp 244/saham
  11. Bank QNB Indonesia (BKSW), +2,81%, ke Rp 183/saham
  12. Bank Bisnis Internasional (BBSI), +2,54%, ke Rp 6.050/saham
  13. Bank IBK Indonesia (AGRS), +1,96%, ke Rp 208/saham
  14. Bank Victoria International (BVIC), +1,49%, ke Rp 136/saham
  15. Bank Aladin Syariah (BANK), +1,27%, ke Rp 2.390/saham
  16. Bank Jago (ARTO), +1,14%, ke Rp 13.275/saham
  17. BRI Agroniaga (AGRO), +1,00%, ke Rp 2.030/saham
  18. Bank Amar Indonesia (AMAR), +0,71%, ke Rp 282/saham

Sebelumnya, kenaikan saham bank mini di bursa didukung oleh sentimen soal narasi bank digital dan ketentuan pemenuhan modal inti oleh regulator.

Tahun 2021 menjadi momentum yang menjanjikan bagi bank digital seiring dengan tren digitalisasi dan ramainya akuisisi sejumlah investor global untuk masuk ke bank digital.

Bukan hanya investor perbankan, investor korporasi non-bank, konglomerat hingga perusahaan rintisan alias startup berlomba-lomba masuk berinvestasi ke saham bank digital. Tren ini juga sejalan dengan rencana dari regulator soal mengkonsolidasikan industri perbankan agar lebih kuat dari sisi permodalan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menetapkan ketentuan minimal modal inti yang tertulis dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Aturan ini mewajibkan modal inti bank umum minimal Rp 1 triliun di 2020, Rp 2 triliun di 2021, dan Rp 3 triliun di 2022.

Dengan aturan ini, konsekuensinya banyak bank-bank kecil yang dijual dan dibeli oleh pemodal besar dan konglomerat, termasuk lewat private placement dan rights issue (penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD).

Itulah macam-macam perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya ada yang merupakan anak perusahaan dari bank-bank besar. Dan yang harus diingat adalah beli saham di bank merupakan pernyataan yang kurang tepat.

Kamu juga bisa melakukan investasi dengan modal yang lebih terjangkau di Ajaib. Kami menyediakan produk saham dan reksa dana menarik yang bisa kamu beli. Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk informasi yang lebih lengkap.

Artikel Terkait