Saham

Anjlok 90% Dalam 2 Tahun, Kenapa Saham SMBR Turun Drastis?

saham smbr turun

Ajaib.co.id – Kabar cukup menyedihkan dari Perusahaan Pelat Merah Semen Baturaja Persero yang nasibnya mengenaskan. Dalam 2 tahun sahamnya SMBR anjlok sebesar 90%, mirip seperti kasus INAF. Jatuhnya saham SMBR ini sudah mulai terlihat pada 2018 lalu, ditambah sepanjang tahun 2019 merosot tajam sebesar 74,85%. Padahal di akhir perdagangan tahun 2018, harga saham SMBR masih kuat pada level Rp1.750 per saham. Namun, di akhir perdagangan Desember 2019, saham SMBR tak berdaya di level Rp440 per saham. Pertanyaannya, kenapa saham SMBR turun separah itu? Mari kita simak bersama ulasannya di bawah ini.

Profil Saham SMBR

PT Semen Baturaja Persero Tbk (SMBR) adalah perusahaan BUMN yang berdiri pada November 1974 dan bergerak di bidang produksi semen. Perusahaan ini ditetapkan Kementerian Perindustrian sebagai objek vital nasional (Obvitnas) di sektor industri. Sama seperti perusahaan BUMN yang lain, PT Semen Baturaja juga melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 2013 dengan kode emiten SMBR.

Jika ditelisik lebih dalam, ternyata SMBR ini perusahaan gabungan yang dibentuk oleh Semen Padang dan Semen Gresik. Awalnya perusahaan ini berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kemudian, selang 5 tahun beroperasi berubah menjadi Persero dengan saham terbesar dipegang oleh Pemerintah Republik Indonesia sebesar 88%, sementara Semen Padang 7%, dan Semen Gresik 5%.

Barulah pada tahun 1991, Pemerintah Indonesia mengambil alih secara penuh saham SMBR. Sejak saat itu, Perseroan terus alami pertumbuhan sampai pada akhirnya tanggal 14 Maret 2013 berubah statusnya menjadi perusahaan terbuka (go public).

Permulaan Peningkatan Saham SMBR

Saham SMBR sempat membuat uptrend secara fantastis pada 2016 dan ini jadi awal permulaan meningkatnya harga saham. Di tahun tersebut, harga saham SMBR ada pada level 290-300an. Fantastisnya lagi, saham SMBR melonjak sampai 800% di tahun yang sama.

Belum berhenti sampai situ, SMBR masih melanjutkan peningkatannya di tahun 2017. Jika ditotalkan dari 2016 hingga akhir 2017, saham SMBR meningkat sampai 1200%. Sangat ajaib dan luar biasa! Kemudian, tahun 2018 jadi puncaknya harga saham SMBR yang menyentuh angka Rp4.250 per saham.

Apabila dilihat dari komposisi kepemilikan dari saham SMBR, tentunya bisa jadi faktor harga saham ini melonjak begitu fantastis. Sayangnya, di tahun 2019 SMBR mulai melemah bahkan terus tenggelam. Kira-kira kenapa saham SMBR turun? Baca terus ulasannya.

Kenapa Saham SMBR Bisa Anjlok?

Setelah meningkat secara fantastis hingga puncaknya di 2018, SMBR langsung jatuh begitu dalam di tahun berikutnya. Harga saham SMBR betul-betul dibanting dengan keras, sempat rebound beberapa kali namun terpental lagi. Pergerakan semacam ini menjebak para investor yang sudah nyangkut di dalam saham emiten semen pelat merah tersebut.

Menariknya disini adalah ada instansi yang mengangkat tinggi harga saham SMBR sampai 1200%, tetapi keuntungannya tidak direalisasikan oleh instansi tersebut, Mengapa? Namun, berdasarkan tren negatif tersebut, kenapa saham smbr turun karena terjadi sentimen negatif pada industri semen. Sebabnya peningkatan pasokan semen yang tidak dibarengi dengan meningkatnya permintaan. Dengan begitu, terjadilah kondisi oversupply. Kondisi tersebut jelas membuat saham SMBR tertekan pada periode 2019 lalu.

Pada kuartal III-2019, saham SMBR hanya bisa memperoleh laba bersih sebesar Rp22,72 miliar. Artinya saham tergerus sampai 44,42% dari periode yang sama di tahun 2018 yakni Rp40,88 miliar. Akan tetapi, SMBR masih bisa menaikkan pendapatannya menjadi Rp1,42 triliun, naik tipis 3,75%. Saham SMBR ini tetap berpotensi tumbuh dari sektor semen domestik di tahun 2020 ini. Jika konsumsi semen domestik cuma mengandalkan serapan dari pembangunan proyek infrastruktur 2020, estimasinya hanya akan tumbuh 1%-3% secara yoy.

Terlebih menurut pandangan beberapa pakar, kondisi oversupply ini akan terus berlanjut setidaknya sampai 2024. Itupun diasumsikan industri properti kembali bergairah di tahun 2020, yang akan memberikan dampak pada peningkatan konsumsi semen domestik sekitar 5%-7%. Selain itu, kondisi oversupply yang tengah dialami saham SMBR disebabkan karena terlalu banyak pemain asing yang menyerbu pasar Indonesia. Sedangkan dari segi permintaan, pertumbuhan terhadap konsumsi semen domestik dinilai stagnan selama tahun 2019.

Pada penutupan perdagangan hari Sabtu (28/02/2020) saham SMBR masih lemah di level Rp260 per saham. Situasi yang benar-benar menjepit investor retail yang tersangkut di dalamnya. Itulah kenapa saham SMBR turun secara drastis hanya dalam 2 tahun.

Pertimbangan Investasi Saham SMBR

Dengan harga yang anjlok ini, saham SMBR secara kasat mata tentunya enak untuk dibeli. Namun, sebagai investor kamu perlu berhati-hati dengan mempertimbangkan risiko investasinya. Melihat kondisi lesunya sektor properti, sementara infrastruktur masih butuh kehadiran semen agaknya tidak dulu melirik saham SMBR. Ada beberapa pertimbangan yang harus kamu pikirkan soal investasi di saham ini, yaitu:

  • Situasi di dalam negeri maupun luar negeri
  • Kondisi perekonomian terkini
  • Adanya inflasi
  • Likuidasi

Sudah tahu kan kenapa saham SMBR turun. Kamu bisa mengalihkan investasimu ke reksa dana melalui platform seperti Ajaib. Bagi yang belum paham bagaimana kinerja perusahaan dan menganalisa nilai perusahaan, Ajaib sangat bagus untuk memulai investasi kapanpun dan dimanapun. Di Ajaib juga bekerja sama dengan beberapa manajer investasi yang akan mengelola dana investasimu lebih aman dan mudah. Maka dari itu, investasi dari sekarang!

Bacaan menarik lainnya:

Fahmi, Irham. 2012. Pengantar Pasar Modal. Bandung : Alfabeta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang

Artikel Terkait