Amankah Investasi Reksadana Bagi Pemula?

Seorang wanita sedang bimbang untuk berinvestasi reksa dana

Investasi reksadana, apakah aman? Barangkali ini adalah pertanyaan pertama yang muncul di benak kamu, para investor pemula. 

Kebingungan kamu ini wajar kok, masyarakat Indonesia memang masih belum awam dengan produk investasi, termasuk reksa dana. Pasalnya, tingkat inklusi keuangan di Indonesia masih jauh di bawah target yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni di angka 75 persen.

Pada tahun 2019, OJK mencatat capaian tingkat literasi dan inklusi keuangan Indonesia hanya berhasil mencapai angka 65 persen saja. Meski begitu, ini adalah kemajuan pesat dibanding capaian 49 persen yang tercatat di tahun 2017.

Nah, ketidaktahuan kamu mengenai investasi reksadana ini yang pada akhirnya membuat kamu merasa waswas dan kerap mempertanyakan keamanan produk investasi ini.

Kita cari tahu lebih dalam dulu yuk, biar lebih paham mengenai keamanan investasi reksadana.

Apa Itu Investasi Reksa Dana?

Sebelum mengupas lebih dalam mengenai tingkat keamanan investasi reksadana, tentunya kamu harus dapat menjawab pertanyaan penting ini dulu: apa itu reksa dana?

Tapi, sebelum membahas reksa dana secara spesifik, apa kamu sudah tahu investasi itu apa? Jadi, investasi adalah pengalokasian atau penempatan sejumlah aset atau kekayaan yang kamu miliki hari ini dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa depan.

Jadi, uang atau kekayaan yang kamu miliki sekarang dikelola sedemikian rupa agar nilainya semakin bertambah dan kamu mendapatkan keuntungan yang optimal di esok hari. Itu adalah inti dari investasi.

Secara garis besar, investasi dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori: investasi sektor riil dan investasi sektor non riil. 

Investasi sektor riil adalah jenis penanaman uang untuk mendapatkan keuntungan dari produk-produk yang terlihat secara “fisik”. Investasi di bidang properti (perumahan), atau menjalankan bisnis di bidang produksi merupakan contoh investasi sektor riil. 

Sementara itu, investasi sektor non-riil adalah jenis investasi terhadap produk di pasar keuangan yang tidak dapat terlihat secara fisik. Contoh produk-produk keuangan ini adalah saham maupun obligasi. 

Dengan kata lain, berinvestasi di sektor non-riil atau sektor keuangan adalah mengalokasikan kekayaanmu dan menanamkannya kepada financial asset atau surat berharga yang berpotensi mendatangkan keuntungan di masa depan. 

Nah, reksa dana sendiri adalah salah satu instrumen investasi sektor non-riil atau sektor keuangan.  

Dalam reksa dana, dana yang kamu tanamkan akan dikelola oleh seorang Manajer Investasi (MI). Tapi, MI tidak hanya mengelola dana milikmu saja. Modal yang kamu tanamkan akan dikelompokkan atau digabungkan dengan modal yang ditanamkan oleh orang-orang lain. 

Ketika kamu menanamkan uangmu dalam investasi reksa dana, kamu disebut sebagai investor. 

Faktor inilah yang membuat investasi reksadana dapat dilakukan dengan modal yang kecil, karena kamu patungan bersama dengan investor-investor lainnya untuk membeli financial asset dari perusahaan-perusahaan besar dan bonafit. 

Satu hal lagi yang juga penting terkait reksa dana adalah sistem diversifikasi. Apa lagi ini? Diversifikasi dalam reksa dana adalah kondisi ketika modal atau aset yang kamu miliki ditanamkan kepada berbagai produk reksa dana yang berbeda. 

Kenapa penting untuk melakukan diversifikasi? Metode diversifikasi dalam reksa dana ini penting karena akan meminimalisir potensi kerugianmu. Kondisi pasar keuangan sering kali tidak pasti sehingga ada financial asset yang performanya memburuk pada saat-saat tertentu. Membagi modalmu dalam beberapa produk reksa dana akan mengurangi kerugian kamu.

Keamanan Investasi Reksadana

Untuk faktor keamanannya, kamu tidak usah khawatir. Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang berada di bawah pengawasan OJK. 

Dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 juga tertera bahwa reksa dana adalah instrumen investasi yang sudah terdaftar oleh pemerintah dan bersifat resmi.  

OJK mengawasi semua yang berkaitan dengan reksa dana. Hal ini tertera jelas dalam Peraturan OJK Nomor 23 Tahun 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. 

Bukan hanya produk yang ditawarkan tetapi juga Manajer Investasi yang akan mengelola investasimu, Bank Kustodian yang menyimpan uang kamu, hingga agen penjual reksadana yang menyalurkan dan memperkenalkan produk-produk reksa dana untuk kamu, seperti Ajaib

Nah, PT Takjub Teknologi Indonesia yang mengoperasikan marketplace produk reksadana terbaik yaitu Ajaib.co.id juga telah memiliki izin resmi sebagai agen penjual reksa dana (APERD). Izin ini juga diterbitkan oleh OJK, loh

Dalam berinvestasi reksa dana, uang yang kamu investasikan tersimpan dengan aman di Bank Kustodian. Bank Kustodian ini adalah lembaga keuangan resmi dan tersertifikasi yang berperan mengamankan aset keuangan kamu sebagai investor. 

Reksa dana adalah instrumen investasi yang mampu memberikan return atau keuntungan yang besar. Bahkan, keuntungan yang kamu dapatkan dari investasi reksadana ini lebih besar dari bunga bank tempat kamu membuka rekening tabungan. 

Selain itu, reksa dana juga merupakan instrumen investasi dengan likuiditas yang baik. Maksudnya likuiditas adalah, investasi reksa dana milikmu sangat mudah dicairkan kalau-kalau kamu membutuhkan waktu yang cepat untuk mendapatkan dana darurat. 

Investor akan menerima uang yang dicairkan dari investasi reksa dana dalam proses selambat-lambatnya tujuh hari bursa. 

Risiko Reksa Dana

Hampir setiap jenis investasi memiliki risikonya sendiri-sendiri. Hal ini adalah hal yang sulit dihindari, tapi dapat kamu tanggulangi. Perlu kamu ketahui, investasi reksa dana juga banyak jenisnya. Terdapat setidaknya empat jenis reksa dana yang dapat kamu pilih. Jenis-jenis tersebut antara lain: reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana pasar saham.

Masing-masing jenis reksa dana ini memiliki karakteristik serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kamu bingung menentukan jenis mana yang paling pas kamu pilih untuk berinvestasi, kamu wajib mengetahui profil risiko dirimu terlebih dahulu.

Dengan mengetahui profil risiko, kamu dapat menentukan jenis investasi reksadana mana yang paling cocok kamu ambil dengan memperhitungkan besaran return (keuntungan) dibandingkan dengan tingkat risiko yang mampu kamu emban.

Tingkat risiko setiap orang berbeda-beda. Dalam berinvestasi, tingkat risiko kita akan berbanding lurus dengan return yang kita dapatkan. Prinsip investasi paling umum adalah high risk, high return yang juga bermakna bahwa sebesar apa keuntungan yang akan kita dapatkan bergantung pada sebesar apa kita berani mengambil risiko.

Sebagai investor, umumnya profil risikomu akan terbagi ke dalam tiga kategori: tipe konservatif, tipe moderat, serta tipe agresif.

Ingat, akan selalu ada jenis investasi reksadana yang cocok untuk investor dengan tipe profil risiko yang berbeda. Asalkan, kamu betul-betul memahami syarat-syarat awal yang harus dipenuhi untuk investasi reksa dana.

Tidak perlu takut lagi untuk berinvestasi di reksa dana. Selain diawasi oleh OJK, reksa dana juga memudahkan investor pemula karena ada tenaga profesional yang akan membantu kamu memilih dan mengelola produk investasi yang terbaik bagi kamu. Jangan berhenti mencari tahu lebih dalam tentang reksa dana untuk semakin memantapkan dirimu untuk menjadi investor yang cerdas dan bijaksana! Selamat berinvestasi dan mendulang untung!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait