Alasan Mengapa Milenial Perlu Berinvestasi?

Generasi Milenial saat ini banyak menjadi tema yang dibahas dari berbagai aspek kehidupan, tak terlepas dari sektor finansial. Banyak kalangan yang berpandangan bahwa kaum milenial kurang menyadari pentingnya investasi. 70% kaum milenial menggunakan uangnya untuk travelling dan gaya hidup yang mereka inginkan. Mereka tidak ada kesadaran untuk mengalokasikan uangnya untuk investasi, yang pada akhirnya di masa tua tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya di waktu muda.
Banyak alasan mengapa generasi milenial enggan berinvestasi. Berikut 4 penyebab generasi milenial masih enggan berinvestasi:
  1. Masih muda, masih enggan untuk memikirkan masa depan, apalagi yang berhubungan dengan investasi.
  2. Investasi itu ribet harus selalu memantau harga dan mengikuti perkembangan berita. atau data ekonomi, yang mana mereka lebih menikmati untuk melihat berita musik, fashion, kuliner, travelling dan segala sesuatu yang kekinian.
  3. Modal besar, mereka pikir lebih baik menggunakannya untuk travelling atau makan di tempat yang instagramable.
  4. Fitur transaksi yang membosankan atau tidak gadget-able, dimana seperti diketahui hampir 85% generasi milleneal tidak bisa terlepas dengan yang namanya gadget.
Kurangnya edukasi tentang investasi pada generasi milenial membuat mereka alergi dengan yang namanya investasi. Padahal masa muda saat yang tepat untuk mulai berinvestasi agar masa tua bisa hidup santai dan senang-senang. Pada saat ini dunia investasi juga tengah berkembang pesat mengikuti perkembangan gaya hidup milennial. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kaum milennial harus mempertimbangkan untuk berinvestasi lebih cepat daripada nanti.
Ketika Anda Berinvestasi Pada Usia Yang Lebih Muda, Waktu Ada Di Pihak Anda.
Satu keuntungan besar yang milenial dan generasi muda miliki dibandingkan dengan generasi yang lebih tua adalah mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengumpulkan kekayaan. Mereka dapat memaksimalkan keuntungan investasi melalui proses pemilihan aset yang berpotensi meningkatkan tabungan Anda.
Investasi juga dapat menghasilkan dividen investor, atau pembayaran tunai kecil, yang selanjutnya dapat menumbuhkan uang Anda. Dan, tentu saja, investasi cenderung (tetapi tidak selalu) menghargai.
Investasi Membuat Uang Anda Bekerja.
Alih-alih membiarkan uang Anda mendekam di rekening bank dan perlahan-lahan dihancurkan oleh inflasi, investasi dapat memberi Anda hasil yang lebih besar, secara efektif membuat uang Anda bekerja.
Berinvestasi memang memiliki risiko, tetapi ketika Anda membeli saham, ada kemungkinan perusahaan tempat Anda berinvestasi akan tumbuh — artinya saham Anda dapat meningkat nilainya. Sebaliknya, uang yang berada dalam rekening tabungan, tidak diinvestasikan, hampir pasti akan kehilangan nilai seiring waktu karena inflasi, atau melonjaknya harga barang dan jasa yang lebih tinggi.
Investasi Dapat Membantu Anda Mencapai Tujuan Finansial Anda.
Jika uang Anda tumbuh atau menuai hasil yang baik (karena telah diinvestasikan!), Itu akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan Anda lebih cepat.
Mungkin tujuan keuangan yang paling umum adalah pensiun. Banyak ahli keuangan merekomendasikan untuk menyisihkan antara 10% dan 15% dari gaji Anda untuk ditabung untuk masa pensiun, tetapi kebanyakan orang tidak menjalankan itu. Faktanya, berdasarkan survei yang dilakukan HSBC baru-baru ini yang bertajuk HSBC Future of Retirement terhadap 1.050 responden yang terdiri dari pekerja aktif serta pensiunan, sebanyak 68 persen responden menginginkan masa pensiun yang nyaman dan tenang. Namun sayangnya, keinginan tersebut tak dibarengi dengan persiapan perencanaan keuangan di masa pensiun. Hasil survei menunjukkan, baru 30 persen responden mulai menabung untuk mempersiapkan masa pensiun. Tanpa menginvestasikan uang Anda, mencapai tujuan seperti pensiun mungkin terbukti lebih sulit atau memakan waktu.
Share to :
Artikel Terkait