Rumah Tangga Masa Kini

Alasan Doctor Rupiah dan Pinjaman Online Lainnya Diblokir OJK

Doctor Rupiah
Doctor Rupiah

Ajaib.co.id – Kehadiran pinjaman online ilegal ini memang sangat meresahkan masyarakat. Ada banyak kasus dan laporan yang masuk ke Satgas Waspada Investasi yang bawahi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Di masa pandemi ini banyak orang yang terjebak pinjaman online ilegal hingga harus berhadapan dengan tagihan yang membengkak. Salah satu pinjaman online ilegal itu adalah Doctor Rupiah. Kasusnya ada berbagai macam. Kamu perlu mengetahuinya agar tidak pernah terjebak di pinjaman online ilegal yang merugikan ini.

Masa pandemi ini banyak masyarakat yang terpaksa mencari uang secara cepat dan mengandalkan pinjaman online karena kemudahan yang ditawarkannya. Namun, beberapa pinjaman online ilegal memanfaatkan hal ini demi keuntungan mereka, dan membebani masyarakat dengan beban yang berat.

Untung saja Otoritas Jasa Keuangan dengan Satgas Waspada Investasi melakukan patroli siber secara masif sehingga menemukan ratusan pinjaman online ilegal salah satunya adalah Doctor Rupiah dan banyak pinjaman online-nya.

Semua pinjaman online ilegal itu tidak bisa beroperasi lagi. Situs dan aplikasi sudah diblokir sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat secara luas. Ini adalah alasan lengkapnya mengapa aplikasi-aplikasi pinjaman online itu diblokir oleh pemerintah.

Tidak mendapatkan izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan

 Semua aplikasi fintech yang ada di Indonesia harus mendapatkan izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Kriterianya tentu cukup rumit dan harus dipatuhi. Yang bisa mendapatkan izin bisa dipastikan adalah perusahaan yang manajemennya sudah jelas, bisnis yang jelas, dan syarat-syarat yang sudah dipenuhi semuanya.

Sayangnya ada saja aplikasi-aplikasi nakal yang tetap beroperasi walaupun belum mendapatkan izin dari OJK. Aplikasi ini yang bermasalah karena mereka suka seenaknya, dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku dari OJK misalnya seperti menagih debitur dengan cara yang tidak pantas.

Jadi, OJK juga mendapatkan laporan langsung dari masyarakat. Masyarakat yang menemukan kasus serupa jangan ragu untuk memberikan laporan ke OJK tentang masalah yang dialaminya dengan pinjaman online atau fintech ilegal lainnya. OJK pasti akan langsung turun tangan.

Membebankan bunga tidak wajar

Kamu pasti tahu bahwa pinjaman online itu bunga bayar jasanya sangat tinggi, mencapai 20%. Nah, pinjaman online ilegal bunganya bisa lebih tinggi dan terkadang masyarakat tidak menyadari hal ini.

Bunganya bisa mencapai 40%. Belum lagi jika terlambat bayar, bunga dendanya juga tidak kalah tinggi. Jumlah uang yang dipinjam awalnya tidak seberapa malah kian tinggi dan tinggi sampai nasabah sulit untuk membayarnya. Doctor Rupiah dan aplikasi lainnya menerapkan hal yang tidak seharusnya ini.

Menagih dengan cara tidak pantas

Ketika nasabah terlambat membayar kewajibannya, cukup wajar jika pihak pinjaman online akan menagih. Bahasa menagihnya pun dilakukan secara lugas, hanya untuk mengingatkan, dan tidak akan menjatuhkan si peminjam. Namun, pinjaman online ilegal biasanya menagih dengan kata-kata yang tidak pantas, yang bikin sakit mata juga.

Tidak hanya itu, jika kamu diamkan, mereka akan menghubungi keluarga dan teman-temanmu padahal kamu tidak ada mengizinkan mereka mengakses kontakmu. Ini namanya sudah pelanggaran hak privasi, mereka sebenarnya tidak diperkenankan mengakses kontak tanpa persetujuanmu. Sudah banyak kasus pinjaman online yang seperti ini. Dan kebanyakan dari mereka adalah pinjaman online ilegal.

Tidak menyelesaikan masalah dengan baik

Ada beberapa kasus yang sempat heboh, contohnya adalah seorang nasabah yang dulunya pernah meminjam di pinjaman online ilegal, dan berhasil melunasinya tepat waktu, tiba-tiba saja ditagih lagi karena dianggap belum melunasi tagihan. Ini tentu mengesalkan karena kamu sudah melunasi, tapi dianggap masih punya utang yang harus dibayar.

Ada lagi mereka yang dulunya menggunakan jasa pinjaman online ilegal, berhasil melunasinya, tapi kemudian tiba-tiba ada uang asing masuk ke rekeningnya. Dia tidak tahu dari mana uang itu berasal, tapi kemudian malah ditagih dengan bunga yang tinggi sehingga harus mengembalikan uang dengan jumlah yang lebih besar. Ini benar-benar tidak masuk akal.

Ketika ingin menyampaikan komplen, malah tidak ditanggapi dengan baik, alias nomor customer service tidak pernah diangkat. Kamu pun kebingungan karena tidak tahu harus menyelesaikannya dengan cara apa. Kalau sudah seperti ini sudah dipastikan bahwa pinjaman online ilegal ini tidak ada niat baik dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk membuat penipuan.

Kamu bisa melihat komplen di atas terhadap Doctor Rupiah dan pinjaman online lainnya di www.mediakonsumen.com.

Jika kamu ingin meminjam di pinjaman online, pastikan pinjaman online itu legal alias sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Ini sangat penting karena pinjaman online legal biasanya bekerja sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Mereka juga sudah teruji bisa memproses bisnisnya dengan cara yang profesional. Tindak-tanduknya pun akan terus diawasi jadi tidak akan bisa sembarangan melanggar peraturan kalau mau terus beroperasi di Indonesia.

Kamu juga akan mudah menghubungi pinjaman online legal karena customer service mereka nomornya jelas dan cepat tanggap untuk menyelesaikan masalah nasabahnya. Tidak main kabur atau didiamkan saja seperti pinjaman online ilegal yang meresahkan itu.

Namun, ada baiknya jika kamu ingin melakukan pinjaman online harus yakin dulu akan bisa mengembalikan uangnya nanti. Kamu sudah tahu sendiri bahwa pinjaman online itu bunganya sangat tinggi, belum lagi ketika terkena denda nanti, bunganya akan bertambah setiap harinya. Untuk itu pikirkan matang-matang terlebih dahulu sebelum memutuskan meminjam di pinjaman online.

Artikel Terkait