7 Strategi Keuangan yang Harus Anda Lakukan Sebelum Berumur 30

test alt text
Usia 30 adalah tonggak sejarah bagi banyak orang , sama seperti usia 21 tahun, dimana jenis kehidupan berubah secara drastis saat Anda mencapai usia ini. Menginjak usia 30, bagi banyak orang, adalah panggilan ketika Anda biasanya memasuki fase kehidupan baru, baik Anda menikah atau punya anak.
Dengan orang-orang yang bergantung pada Anda, dan anak untuk diberi makan ini tentu 30 adalah waktu yang tepat untuk mengambil satu langkah mundur dan mencatat semua keputusan keuangan penting yang perlu dibuat oleh Anda.
# Simpan Sebelum Anda Menghabiskan
Seperti yang mereka katakan, jangan menghabiskan uang sebelum Anda menabung, tetapi lakukan sebaliknya. Pastikan Anda selalu menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda sebagai tabungan pada hari gajian. Kebiasaan membelanjakan dulu dan kemudian menyimpan uang yang tersisa adalah ide yang buruk karena Anda selalu menghabiskan banyak uang. Buat rekening terpisah di mana Anda dapat menyimpan tabungan Anda dan pastikan Anda tidak memiliki akses mudah ke rekening ini. Misalnya, simpan kartu debit Anda di tempat yang aman untuk rekening ini. Anda dapat menggunakan tabungan ini untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti bepergian, membeli perhiasan, dan lainnya. Sehingga Anda tidak bergantung pada gaji Anda untuk pengeluaran ini.
# Beli Rumah Atau Tetap Menyewa
Semua orang bermimpi memiliki rumah sendiri. Pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri adalah, apakah Anda perlu membeli rumah atau apakah Anda ingin tinggal di tempat sewaan? Menyewa memang lebih mudah, tetapi yang meresahkan adalah fakta bahwa jumlah yang Anda habiskan sebagai sewa rumah masuk ke rekening orang lain. Lebih lagi, saat Anda akan berusia 30 tahun adalah saatnya Anda merencanakan cara yang tepat untuk berinvestasi di beberapa properti.
Setelah Anda menyisihkan uang untuk berinvestasi dalam reksadana dan membayar kewajiban bulanan Anda, jika Anda masih tersisa dengan sejumlah besar uang, pastikan Anda menginvestasikannya di properti. Properti pada hari ini adalah investasi yang paling menguntungkan karena merupakan pasar yang berkembang. Anda selalu dapat menyewakan rumah yang tidak digunakan dan mendapatkan penghasilan tambahan darinya, yang hanya akan memperkuat keuangan Anda.
Pahami pro dan kontra dari memiliki rumah atau tinggal di rumah atau apartemen sewaan sebelum membuat keputusan. Keputusan keuangan Anda untuk membeli atau menyewa rumah akan memiliki dampak besar pada perencanaan keuangan masa depan Anda karena itu mungkin investasi tunggal terbesar yang pernah Anda buat dalam hidup Anda.
# Beli Polis Asuransi yang Baik
Asuransi memiliki peran dalam menstabilkan hidup Anda secara finansial di berbagai tahap seperti pendidikan atau pernikahan anak-anak atau sekadar mempertahankan gaya hidup yang baik bahkan setelah kematian mendadak anggota yang berpenghasilan. Sementara Anda berharap Anda tidak harus menghadapi hal seperti itu. Namun, kehidupan sangat tidak terduga. Memiliki asuransi jiwa atau asuransi lainnya akan memastikan bahwa semua komitmen Anda terjaga secara finansial, sementara Anda masih meluangkan waktu untuk menyembuhkan diri sendiri secara emosional. Lebih baik memulai polis asuransi lebih awal karena preminya lebih rendah dan Anda mendapat lebih banyak waktu sebelum memetik manfaatnya.
# Sisihkan Dana Darurat
Dana darurat berbeda dengan uang di tabungan reguler yang Anda hasilkan setiap bulan. Dana darurat, seperti namanya, disisihkan untuk situasi krisis. Keadaan darurat tidak pernah bisa diramalkan, apakah itu penyakit mendadak atau pengangguran. Pastikan Anda menyisihkan cukup uang sehingga Anda dapat menangani salah satu dari keadaan darurat ini tanpa khawatir tentang ketersediaan dana. Bahkan jika Anda menghabiskan satu rupiah terakhir dari gaji Anda beberapa hari sebelum hari gajian, jangan menyentuh dana darurat Anda.
# Memahami Compounding
Pertimbangkan perilaku investasi dua teman yakni Andi dan Joni. Andi mulai berinvestasi 2 juta setiap tahun dari usia 25 dan berhenti pada usia 35, tetapi tidak menarik uang itu dari rekeningnya. John mulai berinvestasi 2 juta setiap tahun pada usia 35 dan berlanjut hingga dia berusia 65 tahun.
Menurut Anda siapa yang akan memiliki lebih banyak uang ketika mereka berdua berusia 65? Meski terdengar gila, Andi akan memiliki 2,5 kali jumlah yang dimiliki Joni meskipun Joni berinvestasi selama 20 tahun lebih.
Apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini, adalah bahwa bagi Andi, uang mulai berbunga lebih awal dan menghasilkan bunga, yang pada gilirannya menghasilkan bunga lebih lanjut, dan ini berlanjut. Inilah kekuatan sebenarnya dari peracikan.
# Rencanakan Pensiun
Sayangnya, kebanyakan orang tidak cukup siap untuk pensiun. Entah mereka salah menghitung jumlah uang yang mereka butuhkan pada saat pensiun atau mulai menabung ketika sudah terlambat. Jangan membuat kesalahan dengan tidak memiliki cukup uang dan harus bergantung pada anak-anak Anda untuk pengeluaran Anda. Mulailah merencanakan pensiun Anda sebelum mencapai usia 30.
# Bebas dari Hutang
Mungkin Anda memiliki hutang seperti tagihan kartu kredit, cicilan mobil mewah atau pinjaman pribadi yang mungkin Anda ambil untuk renovasi rumah atau liburan impian. Pastikan Anda membayar dan menutup semua hutang ini secepatnya. Terutama yang membebani Anda dengan suku bunga yang tinggi, karena akan membuat keuangan Anda terlihat lemah dan juga menggunakan banyak penghasilan Anda. Coba batasi penggunaan kartu kredit Anda seminimal mungkin. Bahkan, berhentilah menggunakannya karena itu hanya menambah hutang yang tidak perlu dan bunga majemuk dari waktu ke waktu.
Mereka mengatakan usia hanyalah angka, tetapi terlepas dari betapa manisnya hal itu terdengar di telinga Anda, usia sebenarnya memainkan peran utama dalam menentukan hidup Anda di masa depan.
Share to :
Artikel Terkait