5 Cara Untuk Melindungi Investasi Dari Penurunan

Tidak ada yang suka mendengar kabar buruk. Namun, hal ini kadang-kadang tidak bisa dihindari di pasar saham. Untuk setiap kenaikan pasar yang sudah Anda nikmati (bull market), terselubung penurunan pasar yang dalam di masa yang akan mendatang (bear market). Karena itu, penting untuk memiliki rencana jika pasar modal mengalami penurunan.

Memasuki periode dua tahun 2018 ini, harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi awal tahun. IHSG sempat menyentuh harga tertinggi di 6.693,47 di akhir Februari. Sementara IHSG melemah ke level 5.557,56 pada awal Juli.

Penurunan ini membuat investor bingung dalam menentukan strategi investasi mereka. Jadi apa yang harus Anda lakukan?

# Jangan Buang Saham Anda

Kemungkinan strategi terburuk setiap kali pasar mulai berbalik ke bawah adalah melikuidasi portofolio Anda atau lebih buruk mengambil short position. Short position atau short selling adalah ketika Anda menjual saham Anda dan membelinya kembali dengan antisipasi bahwa harga akan turun dan keuntungan dapat diperoleh.

Alasan untuk mempertahankan portofolio saham Anda meskipun pasar menjadi tidak stabil adalah karena Anda ingin berada dalam posisi yang siap untuk mengambil keuntungan saat pergerakan harga pasar mulai bergerak ke atas. Namun, Anda harus memastikan bahwa portofolio Anda tahan terhadap kekuatan penurunan pasar.

# Pangkas Portofolio Saham Anda

Terdapat cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak dari penurunan pasar terhadap portofolio saham Anda secara keseluruhan. Pertama, Anda bisa menjual saham yang kinerjanya kurang baik saat pasar sedang naik. Saham-saham ini memiliki potensi yang sangat tinggi untuk ikut turun saat pasar sedang turun.

Kedua, jangan takut untuk mengambil keuntungan saham-saham Anda. Jika Anda memiliki beberapa saham yang sudah memberikan keuntungan untuk Anda, namun Anda ragu apakah mereka dengan kinerjanya di masa depan, tidak apa-apa untung menjualnya sekarang. Bahkan jika Anda prediksi Anda salah, Anda sudah berhasil mendapatkan sebagian keuntungan untuk Anda.

# Ubah Cara Anda Berinvestasi Saham

Banyak kejadian saat bull market terjadi, investor akan segera meletakkan uang mereka kepada investasi Exchange Traded Fund (ETF) berbasis indeks dan ikut naik saat pasar melaku ke atas. Meskipun investasi jenis ini bekerja dengan sangat baik saat bull market yang stabil, tapi harga pasar tidak bisa 100 persen diprediksi.

Fokus pada perusahaan dengan pertumbuhan yang kuat. Bull market dapat menaikkan saham-saham perusahaan yang bahkan kinerjanya tidak terlalu baik. Namun, saat kondisi pasar sedang lemah, saham perusahaan-perusahaan tersebut akan turun. Sebaliknya, perusahaan yang pertumbuhannya baik yang akan mampu bertahan.

Jumlah dividen juga tidak boleh Anda abaikan. Jika pasar mulai turun, laporan keuangan yang baik akan menjadi lebih penting. Laporan yang baik dapat membantu mendorong harga saham untuk kembali naik. Pilih saham perusahaan dengan hasil dividen di atas rata-rata.

Jadilah lebih selektif. Bear market cenderung membawa peluang bagi investor untuk membeli saham. Ketika investor institusional mulai membeli saham-saham tertentu, gunakan momen tersebut sebagai kesempatan untuk tidak melewatkan kesempatan terjadinya reversal harga saham.

# Mulai Tingkatkan Posisi Uang Anda

Uang tunai memberikan dua keuntungan utama dalam kondisi bear market. Yang pertama adalah mengurangi volatilitas dalam portofolio Anda. Uang tunai adalah jenis investasi yang tidak memiliki risiko untuk ikut tergerus saat terjadi penurunan harga saham.

Keuntungan kedua adalah posisi kas yang besar menyiapkan Anda untuk memanfaatkan situasi untuk melakukan investasi baru. Semakin banyak uang yang Anda miliki, semakin baik Anda dapat memposisikan diri Anda saat kondisi pasar berubah.

# Strategi di Luar Portofolio Investasi Anda

Penurunan di pasar saham seringkali sejalan dengan penurunan dalam perekonomian. Penurunan saham yang berkepanjangan sering disebabkan oleh terjadinya resesi, sementara resesi itu sendiri diperburuk oleh penurunan saham. Itu adalah kemungkinan yang perlu dipersiapkan.

Mengumpulkan uang tunai adalah strategi yang sehat, tidak hanya untuk mempersiapkan penurunan pasar tetapi juga untuk resesi. Orang-orang yang bertahan dalam resesi biasanya adalah mereka yang paling likuid. Mengumpulkan uang tunai adalah cara yang jelas untuk meningkatkan likuiditas Anda.

Meskipun Anda tergoda untuk selalu percaya bahwa bear market yang terjadi akan terus berlanjut selamanya, kondisi pasar tidak dapat diprediksi seluruhnya. Setiap kali pasar mencapai titik tertinggi baru, kemungkinan penurunan akan semakin meningkat. Persiapan akan menempatkan Anda pada posisi yang lebih baik saat penurunan pasar terjadi.

Setiap investor harus memutuskan sendiri di mana mereka pikir pasar akan bergerak dalam dua atau tiga tahun ke depan. Amati kondisi pasar, kemudian perhatikan kondisi ekonomi dan situasi politik internasional dan domestik, serta nilai suku bunga. Jika Anda yakin bahwa pasar telah sudah masuk ke dalam kondisi jenuh, siapkanlah diri Anda sebaik mungkin.

Share to :
Tags: , , ,
Artikel Terkait