5 Cara Untuk Melindungi Investasi Saham Dari Penurunan

saham-lq45

Kondisi tidak menyenangkan kadang-kadang tidak bisa dihindari di pasar saham. Untuk setiap kenaikan pasar yang sudah kamu nikmati (bull market), terselubung penurunan pasar yang dalam di masa yang akan mendatang (bear market). Hal tersebut merupakan risiko investasi sekaligus seni terjun dalam pasar modal itu sendiri. Kamu harus melindungi investasi saham milikmu agar tetap menguntungkan dalam jangka panjang.

Tidak ada yang suka mendengar kabar buruk. Karena itu, penting untuk memiliki rencana jika pasar modal mengalami penurunan untuk melindungi saham yang kamu miliki. Memasuki periode dua tahun 2018 ini, harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi awal tahun.

IHSG sempat menyentuh harga tertinggi di 6.693,47 di akhir Februari 2019. Sementara IHSG melemah ke level 5.557,56 pada awal Juli 2019. Salah satu pelemahan harga yang cukup signifikan bukan?

Langkah Jitu Melindungi Investasi Saham Milikmu

Penurunan saham membuat investor bingung dalam menentukan strategi investasi mereka. Jadi apa yang harus kamu lakukan? Berikut adalah tips yang bisa diaplikasikan untuk melindungi investasi milikmu ketika kondisi pasar modal sedng tidak mendukung. Paling tidak produk pasar modal milikmu performanya harus tetap terjaga atau menguntungkan.

1. Jangan Buang Sahammu

Kemungkinan strategi terburuk setiap kali pasar mulai berbalik ke bawah adalah melikuidasi portofolio milikmu atau lebih buruk mengambil short position. Short position atau short selling adalah ketika menjual sahammu dan membelinya kembali dengan antisipasi bahwa harga akan turun dan keuntungan dapat diperoleh.

Alasan untuk mempertahankan portofolio sahammu meskipun pasar menjadi tidak stabil adalah karena kamu ingin berada dalam posisi yang siap untuk mengambil keuntungan saat pergerakan harga pasar mulai bergerak ke atas. Namun, pastikan bahwa portofolio milikmu tahan terhadap kekuatan penurunan pasar.

2. Pangkas Portofolio Sahammu

Terdapat cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak dari penurunan pasar terhadap portofolio saham secara keseluruhan. Pertama, bisa dengan menjual saham yang kinerjanya kurang baik saat pasar sedang naik. Saham-saham ini memiliki potensi yang sangat tinggi untuk ikut turun saat pasar sedang turun.

Kedua, jangan takut untuk mengambil keuntungan saham yang kamu miliki. Jika beberapa saham yang sudah memberikan keuntungan namun ragu dengan kinerjanya di masa depan maka tidak apa melepasnya sekarang. Paling tidak cara ini akan melindungi investasi milikmu secara keseluruhan. Bahkan jika meleset, kamu sudah mengantongi sebagian keuntungan dari menjual saham tersebut.

3. Ubah Caramu Berinvestasi Saham

Banyak kejadian saat bull market terjadi, investor akan segera meletakkan uang mereka kepada investasi Exchange Traded Fund (ETF) berbasis indeks dan ikut naik saat pasar melaku ke atas untuk melindungi investasi mereka. Cara ini baik namun tidak melulu jitu. Meskipun investasi jenis ini bekerja dengan sangat baik saatbullmarketyang stabil,tapi harga pasar tidak bisa 100 persen diprediksi.

Akan lebih baik jika kamu fokus pada perusahaan yang pertumbuhannya kuat. Bull market dapat menaikkan saham perusahaan yang nilai investasinya tidak terlalu baik.Namun, saat kondisi pasar sedang lemah, saham perusahaan-perusahaan tersebut akan turun. Sebaliknya, perusahaan yang pertumbuhannya baik yang akan mampu bertahan.

Jumlah dividen juga tidak boleh diabaikan. Jika pasar mulai turun, laporan keuangan yang baik akan menjadi lebih penting. Laporan yang baik dapat membantu mendorong harga saham untuk kembali naik.

Pilih saham perusahaan dengan hasil dividen di atas rata-rata. Carilah perusahaan yang tren pertumbuhannya positif dengan laporan keuangan yang baik dan dividen di atas rata-rata.

Jadilah lebih selektif. Bear market cenderung membawa peluang bagi investor untuk membeli saham. Ketika investor institusional mulai membeli saham-saham tertentu, gunakan momen tersebut sebagai kesempatan untuk tidak melewatkan kesempatan terjadinya reversal harga saham.

4 Mulai Tingkatkan Posisi Uangmu

Uang tunai memberikan dua keuntungan utama dalam kondisi bear market. Yang pertama adalah mengurangi volatilitas dalam portofoliomu. Uang tunai adalah jenis investasi yang tidak memiliki risiko untuk ikut tergerus saat terjadi penurunan harga saham.

Keuntungan kedua yaitu posisi kas yang besar juga membuatmu bisa melindungi investasimu dengan memilih instrumen investasi baru.Semakin banyak uang yang kamu miliki, semakin baik pula kamu dapat memposisikan diri saat kondisi pasar berubah. Selain itu, uang tunai juga bermanfaat saat resesi karena jelas meningkatkan likuiditasmu.

5. Strategi di Luar Portofolio Investasimu

Penurunan pasar saham biasanya disebabkan perekonomian yang lesu. Penurunan saham yang berkepanjangan sering disebabkan oleh terjadinya resesi, sementara resesi itu sendiri diperburuk oleh penurunan saham. Melindungi investasi adalah kemungkinan yang perlu dipersiapkan.

Mengumpulkan uang tunai adalah strategi yang sehat, tidak hanya untuk mempersiapkan penurunan pasar tetapi juga untuk resesi. Orang-orang yang bertahan dalam resesi biasanya adalah mereka yang paling likuid. Mengumpulkan uang tunai adalah cara yang jelas untuk meningkatkan likuiditas investasimu.

Meskipun kamu mungkin saja tergoda untuk selalu percaya bahwa bear market yang terjadi akan terus berlanjut selamanya, kondisi pasar tidak dapat diprediksi seluruhnya. Setiap kali pasar mencapai titik tertinggi baru, kemungkinan penurunan akan semakin meningkat. Persiapan akan menempatkan investasimu pada posisi yang lebih baik saat penurunan pasar terjadi.

Setiap investor harus memutuskan sendiri di mana mereka pikir pasar akan bergerak dalam dua atau tiga tahun ke depan. Jika kamu yakin bahwa pasar telah sudah masuk ke dalam kondisi jenuh, siapkanlah diri sebaik mungkin untuk mengaplikasikan strategi menghadapinya.

Pahami kemungkinan ini agar kamu selalu siap mengambil tindakan untuk melindungi investasimu. Amati kondisi pasar, kemudian perhatikan kondisi ekonomi dan situasi politik internasional dan domestik, serta nilai suku bunga. Untuk berinvestasi saham memang tidak hanya dibutuhkan modal yang besar namun juga strategi yang matang untuk memahami fluktuasi pasar.

Investasi saham merupakan salah satu bentuk investasi dengan potensi keuntungan yang sangat tinggi. Namun kerumitan dan kesulitannya juga cukup tinggi apalagi jika kamu masih dalam taraf investor pemula. Bukan berarti instrumen investasi ini mustahil bagi masyarakat awam namun memang butuh ketrampilkan khusus dan manajemen risiko yang tinggi.

Jika tetap ingin mendapatkan manisnya nilai investasi saham, kamu bisa menanamkan uangmu pada produk reksa dana saham. Kamu bisa mendapatkan rekomendasi dan membeli reksa dana saham lewat agen penjual reksa dana saham. Salah satunya ialah aplikasi Ajaib yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dana investasimu dikumpulkan secara kolektif untuk dikelola manajer investasi dan dibelikan saham perusahaan yang potensial. Kamu sendiri akan mendapatkan bukti kepemilikan investasi ini yang sewaktu-waktu bisa dicairkan jika membutuhkan dana segar. Manajer investasi ini yang akan bertanggung jawab atas produk pasar modal itu dan mengelolanya agar memberikan hasil bagi investornya, termasuk kamu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait