Rumah Tangga Masa Kini

5 Alasan Anak Harus Memahami Definisi Pendidikan Keuangan

5 Alasan Pentingnya Pendidikan Literasi Keuangan Sedari Kecil

Masyarakat Indonesia kebanyakan masih belum menguasai literasi keuangan sampai akhirnya terlambat. Karena itulah pemerintah kini rajin menggenjot pendidikan literasi keuangan bahkan sejak usia PAUD. Hal ini juga sesuai dengan amanat Forum Ekonomi Dunia agar meningkatkan kemampuan warganya di abad 21 termasuk soal keuangan. Definisi pendidikan literasi keuangan secara umum adalah upaya meningkatkan pemahaman individu untuk mengelola keuangan secara sadar dan bijak sesuai kebutuhan. Orang yang tidak punya literasi keuangan biasanya ditandai dengan tidak memiliki tabungan simpanan darurat atau asuransi kesehatan bahkan BPJS. Orang-orang seperti ini nantinya akan mudah terjerat utang dan sulit untuk hidup nyaman.

Orang tua yang bijak pasti paham bahwa penting sekali mengusai kemampuan pengaturan keuangan yang baik. Ajarkan anak agar melek kemampuan keuangan sedini mungkin. Tentunya cara dan sistemnya berbeda-beda sesuai dengan usia anak. Berikuta 5 alasan pentingnya pendidikan keuangan anak diajarkan sedari kecil: 

Penghasilan terbatas

Meskipun sudah bekerja keras kadang kita hanya memiliki penghasilan bulanan yang segitu-segitu saja. Untuk itulah seorang anak perlu mengetahui definisi pendidikan keuangan agar bisa memanfaatkan uangnya sesuai skala prioritas. Selain itu, literasi keuangan juga membuka wawasan kita mengembangkan uang selain lewat bekerja saja. Sehingga, dibutuhkan keterampilan yang diperlukan dalam pengendalian diri dan kepribadian kecerdasan.

Tingginya kebutuhan hidup

Biaya kebutuhan hidup semakin tinggi setiap tahun. Belum lagi berbagai kebutuhan dalam jumlah besar yang muncul di fase hidup tertentu seperti pendidikan anak atau biaya nikah. Orang dengan literasi keuangan yang memadai pasti paham jika kebutuhan ini harus disiapkan sejak awal secermat mungkin agar tidak kelabakan. 

Pengetahuan keuangan yang berbeda

Orang zaman dahulu telah sadar dan terencana untuk sekedar menabung, membeli tanah, dan agar jangan berutang. Profesi pegawai kantoran diidamkan karena dianggap bisa memberikan jaminan penghasilan bulanan yang tetap hingga masa pensiun. Namun hal itu tak lagi relevan di masa kini. Ada banyak perubahan industri keuangan maupun sistem perencaan lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa sekarang. 

Variasi produk keuangan

Perkembangan industri keuangan juga dibarengi dengan berkembanganya produk keuangan yang ditawarkan ke masyarakat. Pendidikan keuangan yang baik akan mengajarkan jika produk keuangan buka hanya hak pengusaha atau orang kaya saja. Kelas menengah pun bisa memanfaatkan dan mendapatkan keuntungan dari beragam produk keuangan yang tersedia saat ini. Hal ini harus disertai dengan pemahaman fitur, manfaat, dan resiko tiap produk tersebut.

Perbedaaan pos keuangan

Pendidikan keuangan yang ketinggalan zaman biasanya sebatas pengeluaran, pemasukan dan tabungan. Abad ke-21 menuntut pembagian pos keuangan yang lebih detail seperti asuransi kesehatan, pendidikan anak, jaminan masa tua, dan investasi. Hal ini perlu agar kita cerdas mengelola dana yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan baik di masa sekarang atau masa depan. 

Investasi sendiri adalah sebuah keharusan untuk mencapai keamanan finansial. Apalagi investasi memberikan kesempatan kita untuk mengembangkan uang dengan lebih maksimal. Ajaib mengingatkan jika investasi harus dilakukan sedini mungkin dengan dana berapapun. Namun, pastikan kamu tidak punya utang berbahaya, punya asuransi untuk hal tidak terduga, punya uang untuk kebutuhan sehari-hari, dan punya dana darurat. 


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait