4 Faktor Penentu Harga 1 Bitcoin Sebagai Cryptocurrency

harga 1 bitcoin
harga-1-bitcoin

Bitcoin merupakan mata uang digital yang naik daun belakangan ini. Jika sebelumnya dianggap tidak bernilai maka harganya kini naik gila-gilaan. Indonesia merupakan salah satu negara yang melegalkan Bitcoin (BTC) meskipun bukan sebagai alat pembayaran yang sah. BTC hanya diperdagangan di Bursa Berjangka, tempat komoditas keuangan diperdagankan, sesuai dengan aturan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Mata uang virtual ini tidak terikat pada negara atau regulasi manapun. Karena itu, banyak orang mengira fluktuasi harganya tidak bisa ditebak. Sebagian besar membeli Bitcoin sebagai iseng belaka sembari berharap keberuntungkan jika suatu saat harganya akan melonjak. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena Bitcoin juga bekerja berdasarkan suatu sistem.

Buktinya, harga BTC saat ini turun padahal banyak yang memprediksi jika kenaikannya tidak akan terhentikan. Saat ini harga 1 Bitcoin dalam rupiah yakni berkisar Rp142 juta padahal sebelumnya pernah mencapai Rp270 juta. Karena itu harganya bisa berubah tergantung kondisi. Berikut adalah 3 faktor yang menetukan berapa harga 1 Bitcoin.

Permintaan Pasar

Bitcoin disebuat sebagai emas digital karena persediaannya yang terbatas. Sejak awal sudah ditentukan jika jumlah BTC yang dilepas ke pasar hanya sebanyak 21 juta keping. Hukum ekonomi yang berlaku sederhana ketika permintaan meningkat maka harganya meningkat, begitu pula sebaliknya.

Tren harganya yang dipercaya terus meningkat akhirnya menjadi pemicu orang untuk berbondong-bondong membeli mata uang virtual ini. Dampaknya ialah harga yang kemudian naik atau turun ini sesuai dengan jumlah permintaan.

Fungsi Sebagai Alat Pembayaran

Melansir dari bitcoin.org, semakin banyak perusahaan dan personal yang menggunakan Bitcoin. Sejumlah transaksi restoran, apartemen, dan firma hukum menggunakannya sebagai mata uang. Ini membuat nilai BTC semakin naik karena semakin laku sebagai alat pembayaran.

Beberapa perusahaan di Amerika Serikat yang menerima pembayaran dengan BTC antara lain Hublot, produsen jam tangan mewah, supermarket, dan properti. Nilai Bitcoin yang sudah ditransaksikan hingga Mei 2018 tercatat sudah mencapai US$ 100 miliar.

Kebijakan Pemerintah

Bitcoin tidak terikat pada pemerintah manapun namun bisa dipengaruh oleh kebijakan pemerintah. Khususnya apabila kebijakan itu keluar dari negara besar dan berpengaruh. Bitcoin yang dianggap ilegal oleh pemerintah Cina tentunya akan berdampak pada jatuhnya harga mata uang tersebut. Pasalnya, BTC kemudian kehilangan nilainya paling tidak untuk transaksi yang berkaitan dengan Cina yang perekonomiannya terus berkembang.

Isu Buruk

Isu buruk soal Bitcoin tentunya mempengaruhi nilai Bitcoin setiap harinya. Contohnya ketika tersebar isu jika BTC dijadikan mata uang transaksi ilegal dan terorisme tentunya pasar menurunkan minatnya. Serupa pula jika investasi BTC kemudian terbukti dijadikan sebagai modus penipuan belaka seperti yang terjadi di Hongkong.

Jatuhnya harga Bitcoin karena dampak isu negatif sudah terbukti pada tahun lalu. Nilai mata uang digital ini ambruk hingga 70% setelah sempat naik gila-gilaan. Tom Lee dari Fundstrat mengatakan hal ini karena ketidakpastian pengaturan, kekhawatiran atas manipulasi harga dan sentimen pasar semuanya membebani cryptocurrency.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait