Bisnis & Kerja Sampingan

10 Orang Terkaya di Indonesia Peduli Bencana Covid-19?

10 orang terkaya di indonesia

Ajaib.co.id – Sepak terjang orang-orang terkaya selalu menarik perhatian siapapun. Kamu pasti sedikitnya tahu siapa saja yang punya pundi-pundi terbesar di negri ini, karena nama 10 orang terkaya di Indonesia sering diekspos media cetak maupun online, terkait lika-liku kehidupan, deretan pencapaian, perilaku, hingga ketidakberuntungannya.

Tidak terlepas juga, terkait krisis pandemi covid-19 yang tengah meluluh-lantakkan ekonomi domestik dan global. Yuk kita kupas sisi filantropisnya, siapa saja sih dari mereka yang menyingsikan lengan baju paling tinggi?

10 Orang Terkaya di Indonesia dan Aksi Lawan covid-19-nya

1. Robert Budi Hartono

Jumlah total aset: Rp218 triliun (USD13,6 miliar).

Meski menduduki posisi ke-80 di daftar orang terkaya di dunia versi Forbes, ia sukses menduduki peringkat teratas di Indonesia. Hingga berusia 79 tahun saat ini, ia meraup pundi-pundi kekayaannya melalui perusahaan rokok Djarum dan investasi di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Namun tak kebal dampak covid-19, tahun ini kekayaannya menyusut sebesar 1,66% atau sekitar USD 244 juta. Ia hobi bermain bulu tangkis untuk refreshing.

2. Michael Bambang Hartono

Jumlah total aset: Rp208 triliun (USD13 miliar).

Sedikit berada di bawah sang adik, Michael Bambang Hartono yang berusia 80 tahun, berada di posisi ke-86 dalam daftar orang terkaya dunia, juga melalui investasi di Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk. Karena 1 kapal dengan sang adik, total kekayaannya termasuk Polytron dan saham di startup game Razer juga otomatis mengalami penyusutan nilai sebesar 1,66% atau sekitar USD 234 juta.

Meski hobinya cuma sesederhana jajan di warung pinggir jalan, ia populer dikenal sebagai atlet Bridge nasional yang pernah sukses mempersembahkan medali perunggu di Asian Games 2018, lho!

Sesuai leadership keduanya di daftar peringkat 10 orang terkaya di Indonesia, kepedulian Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono terhadap penderitaan bangsa akibat covid-19, juga jawara.

Djarum Foundation bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) untuk menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri ke RS Kariadi (Semarang), RS St. Elizabeth (Semarang), RS Nasional Diponegoro (Semarang), Klinik Miriyam (Kudus), RS St. Carolus (Jakarta) dan RS Family Medical Center (Bogor).

Di samping itu, Djarum Foundation juga memberi bantuan berupa uang tunai senilai Rp1,5 miliar kepada Pemkab Kudus untuk menangani wabah covid-19. Mereka berharap agar para pahlawan kesehatan yang berada di garda terdepan akan lebih percaya diri saat menangani pasien karena terlindungi dengan tambahan Alat Pelindung Diri (APD).

APD ini meliputi 500 baju coverall, 400 kacamata google, 300 dental protective face, 4000 masker N95, 1000 boks masker bedah, 400 pasang sepatu boot, 1000 boks sarung tangan dan 5000 penutup kepala.

Selain APD, Djarum Foundation juga menggelontorkan bantuan 5000 alat Viral Transport Media (VTM) yang merupakan pengangkut sampel spesimen. Disebabkan kosongnya pihak vendor saat ini, rencana penambahan sumbangan sementara ditangguhkan.

Sumbangan ini akan disebar ke sejumlah rumah sakit lini ke-1, ke-2, hingga ke-3 yang menyediakan layanan bagi pasien covid-19, termasuk Puskesmas, yang dalam implementasinya juga akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kudus. Sambil mendorong kalangan swasta lainnya untuk berpartisipasi, hotel-hotel di Kudus juga akan diminta untuk menjadi lokasi karantina pemudik.

3. Sri Prakash Lohia

Jumlah total aset: Rp69 triliun (USD4,3 miliar).

Bisnisnya dibangun dari produksi Polyethylene Terephthalate (PET) dan bisnis petrokimia lainnya. Menurut catatan majalah Forbes migrasinya bersama sang ayah dari India ke Indonesia pada 1970-an, diikuti pendirian Indorama sebagai produsen benang pintal, lalu pembangkit tenaga listrik, petrokimia, poliolefin, pupuk, bahan baku tekstil dan sarung tangan medis.

Berdomisili di London, hobinya mengoleksi buku dan barang langka seperti Holy Bible dan Alquran dari abad ke-16! Aksi filantropis dalam pengendalian covid-19 di tanah air: belum tercatat.

4. Keluarga Tahir

Jumlah total aset: Rp66 triliun (USD4,1 miliar).

Dalam daftar peringkat orang terkaya dunia, keluarga Tahir berada di urutan 437 dunia. Sang panglima, Datok Sri Tahir (Ang Tjoen Ming) yang kelahiran Surabaya ini merupakan pengusaha, investor dan pendiri Mayapada Group.

Grup inilah yang membawahi holding company dengan berbagai sektor bisnis seperti perbankan, TV berbayar, media cetak, properti hingga rumah sakit. Asetnya turut terkena penyusutan nilai sekitar 0,14% (USD5 juta) di 2020.

Hobinya berkumpul dengan keluarga, membaca minimum 7 koran sehari dan travelling sekitar Asia. Aksi filantropisnya dalam melawan covid-19 dilakukan tak hanya di Indonesia, tapi juga menyumbang Rp5,7 miliar (SD500.000) untuk kalangan masyarakat kurang mampu di Singapura.

The Straits Times melaporkan bahwa sumbangan itu pada 6 April lalu dikirimkan Tahir via Singapore Press Holdings’ Chinese Media Group, demi mengapresiasi kinerja pers yang menemaninya saat karantina di Singapura, dan akan bekerja dengan komunitas lokal dalam membagi-bagikan donasi.

Ia berharap aksi filantropisnya bisa menginspirasi konglomerat Singapura lainnya, untuk membantu Pemerintah yang telah bekerja sangat baik di semua aspek. Tahir juga tercatat memberi bantuan peralatan ke provinsi Fujian di China.

Sementara di Indonesia, anak perempuan Tahir menyediakan 1000 makanan gratis setiap Senin hingga Jumat selama 3 bulan, guna membantu bisnis kecil. Selanjutnya adalah sumbangan Rp52,8 miliar (USD3,2 juta) bagi para sopir taksi dan masjid-masjid di Indonesia.

5. Prayogo Pangestu

Jumlah total aset: Rp56 triliun (USD3,5 miliar).

Berada di peringkat 538 orang terkaya dunia dan peringkat 5 dari 10 orang terkaya di Indonesia, Prayogo Pangestu saat ini juga mengalami penyusutan nilai aset 5,5% atau sekitar USD293 juta.

Ia membangun Pacific Lumber pada 1993, yang lalu menjadi PT Barito Pacific Tbk, kemudian mengakuisisi perusahaan petrokimia Chandra Asri yang selanjutnya merger dengan Tri Polyta Indonesia, yang kini jadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Dan di 2015, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk bekerjasama dengan Michelin, pabrik ban asal Perancis di Indonesia.

Pada 8 April 2020, Prajogo Pangestu kembali menyalurkan bantuan untuk penanganan pandemi covid-19 senilai Rp10 miliar, yang dikirimkan ke Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, untuk disalurkan ke rumah sakit kelolaan BUMN.

Dengan bantuan ini, nilai donasi Prajogo Pangestu yang disalurkan oleh Chandra Asri, Star Energy dan Yayasan Bhakti Barito telah terakumulasi menjadi senilai Rp40 miliar.

6. Chairul Tanjung

Jumlah total aset: Rp50 triliun (USD3,1 miliar).

Menduduki peringkat ke-648 orang terkaya dunia dan peringkat ke-6 di Indonesia, Chairul Tanjung yang berusia baru 57 tahun ini adalah pemilik CT Corp yang meliputi bisnis media online dan televisi, ritel Carefour dan Transmart, serta pemegang control franchise gerai Wendy’s, Versace, Mango dan Jimmy Choo.

Berbagai perusahaan yang merupakan portofolio investasi CT Corp adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bank Mega Syariah, PT Mega Capital Sekuritas, PT Mega Asset Management, PT Mega Finance, PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Trans Resort Bali, CT Agro, Transmedia, dan The Trans Luxury Hotel Bandung.

Putrinya, Putri Tanjung yang juga merupakan anggota Tim Penasihat Presiden, telah berpartisipasi dalam donasi, dengan cara memberikan bantuan 2000 makan siang bergizi bagi petugas kesehatan selama beberapa hari di RSPI Sulianti Saroso dan RS Persahabatan yang menjadi RS rujukan wabah covid-19.

Diprakarsai dan didanai bersama Bank Mega, serta didukung Indofood dan astra Group, CT Corp pun mendukung penuh rencana RS Infeksi Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, akan membangun bangsal khusus untuk merawat pasien covid-19.

Bangunan itu terdiri dari: pembangunan 100 unit bangsal Health Care Unit (HCU), dan 20 unit ICU di RS Airlangga Surabaya. Di samping itu, secara bersamaan, program pembangunan HCU dan ICU untuk COVID-19 akan dilakukan di RSCM Jakarta.

Selanjutnya, CT ARSA Foundation bersama Dompet Amal Transmedia juga menyalurkan donasi untuk penanganan pandemi covid-19, yang pada tahap awal dituangkan dalam bentuk APD, keperluan medis lainnya, 6.100 botol susu sereal, 2.500 potong roti, 500 potong biskuit dan air mineral ke sejumlah rumah sakit.

Aksi ini dilakukan melalui Crisis Centre Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan 38 Puskesmas wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Surakarta.

7. Martua Sitorus

Jumlah total aset: Rp29 triliun (USD1,8 miliar).

Ia adalah pendiri Wilmar pada 1991 bersama Kuok Khoon Hong, dan menurut data Forbes, saat ini menjadi pedagang minyak sawit terbesar dunia. Aksi filantropis dalam pengendalian covid-19 di tanah air: belum tercatat.

8. Mochtar Riyadi dan Keluarga

Jumlah total aset: Rp27,20 triliun (USD1,7 miliar).

Berada di peringkat ke-1.267 orang terkaya dunia dan peringkat ke-8 di Indonesia, penurunan asetnya saat ini mencapai 2,08% atau sekitar USD32 juta. Dijalankan oleh James, Stephen dan John Riyadi, kerajaan bisnisnya meliputi real estate, ritel, kesehatan, media, pendidikan, serta digital bank – Bank Nobu.

James Riady memberikan bantuan kepada Laboratorium Mikrobiologi Klinik RS PTN Unhas berupa Reagent – yaitu senyawa yang ditambahkan untuk melihat reaksi yang terjadi -yang bernama Fortitude 2.0, yang digunakan dalam pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk test swab nasopharynx dan oropharynx, yang hasilnya jauh lebih akurat untuk mendeteksi keberadaan covid-19.

Bantuan Reagent kepada RS PTN Unhas dalam 2 tahap, yang dijumlah mencapai 8 boks untuk 1.600 sampel swab, dan jika dirupiahkan telah mencapai sekitar Rp1 Miliar.

9. Peter Sondakh

Jumlah total aset: Rp26 triliun (USD1,6 miliar).

Berada di posisi ke-1.335 orang terkaya dunia dan ke-9 di Indonesia, saat ini penyusutan asetnya mencapai 0,17% atau USD3 miliar. Sebagai pemimpin Rajawali Corp. yang didirikan pada 1984 ini meliputi hotel Four Seasib, internet Vlo Network, Rajawali TV, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dan pertambangan.

Aksi filantropis dalam pengendalian covid-19 di tanah air: belum tercatat.

10. Murdaya Poo

Jumlah total aset: Rp19,20 triliun (USD1,2 miliar).

Berada di posisi ke-1730 orang terkaya dunia dan ke-10 di Indonesia, tidak ada data penyusutan ataupun pertambahan nilai aset tertera pada laman data Forbes. Pendiri Central Cipta Murdaya yang bergerak di sektor minyak kelapa sawit (CPO), plywood dan IT ini merupakan pemilik Jakarta International Expo dan PT Metropolitan Kentjana.

Aksi filantropis dalam pengendalian covid-19 di tanah air: belum tercatat.

Nah, sekarang kamu bisa tahu kan, taipan mana yang filantropis. Kita doakan saja semoga beliau yang belum peduli, segera menyusul demi melawan petaka pandemi yang menyusahkan Indonesia dan dunia.

Dan, saat waktunya nanti kamu jadi taipan papan atas, pastikan untuk jadi filantropis yang bermakna bagi sesama, ya. Untuk itu, terus kembangkan portofolio investasimu dengan investasi yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti reksa dana di Ajaib.

Aplikasi Ajaib ini mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000, menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta diawasi penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, Ajaib tetap jadi pilihan cerdas untuk kaum milenial.

Artikel Terkait